Gara-Gara Media Sosial Karir Bisa Terganjal

By on Sep 25, 2014
Youre-Fired

Media sosial bukan tempat yang tepat untuk ngember soal pekerjaan atau kehidupan kantor. Karena kenyataannya, anda tidak pernah tau kapan anda di-stalking oleh teman kantor, atasan, ataupun staff HRD di kantor anda. Sekalinya anda membuat status kontroversial soal pekerjaan, lalu ada staff HRD melihat, atau atasan memergoki, atau teman sekantor ada yang membaca dan kemudian dengan nakal melaporkan anda, habislah sudah.

Sudah jamak kasus pemecatan yang disebabkan status media sosial si karyawan. Daily Mail bulan April 2014 lalu memberitakan seorang polisi yang dipecat karena mengkritik kesatuan dan menyebut atasannya “sampah”. Sedangkan baru-baru ini, pelatih klub sepakbola dalam negeri ada yang dipecat karena berkicau di social media yang menyinggung soal gaji pemain. Kalau tidak dipecat, minimal keluar Surat Peringatan (SP).

Jadi, hati-hati lah dengan status sosial media anda!

Setidaknya, hindari memposting tiga hal berikut yang berhubungan dengan pekerjaan di media sosial:

1. Kata-kata kasar atau makian.

Citra buruk tidak bisa dielak akan tersemat pada anda yang pernah menulis sumpah serapah di sosial media menggunakan akun pribadi anda. Efeknya, kalau atasan anda tahu dan tidak suka dengan perilaku itu, karir anda taruhannya. Atau, saat melamar kerja, bila pihak perusahaan yang anda tuju itu memeriksa akun media sosial anda, bisa saja mereka menolak aplikasi anda.

2. Hindari blunder saat tidak masuk kerja.

Bilang ke bos izin sakit, tapi anda meng-update status kalau anda sedang jalan-jalan ke mal, bisa runyam urusan! Untuk semua hal, cermatlah menulis status.

3. Jangan me-mention perusahaan untuk hal-hal yang buruk.

Misalnya anda mengeluh di media sosial soal gaji yang kecil, atau atasan yang galak, atau gosip yang terjadi di kantor; ingatlah bahwa pihak HRD yang punya wewenang mengeluarkan Surat Peringatan (SP) adalah pihak yang punya tugas menjaga citra baik perusahaan. Bila anda mencoba menjelekkan citra perusahaan di depan umum, anda akan berurusan dengan mereka.

‘Alaa kulli haal, gunakanlah socmed untuk hal yang positif. Galau atau ngember sih sah-sah saja, tapi perhatikan impactnya.

About Zico Alviandri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *