Harap dan Doa, Bentuk Interaksi Antara Allah dan Hamba-Nya

By on Oct 20, 2014
berdoa

Naluri manusia mengenal dirinya lemah dan membutuhkan bantuan. Allah swt lah yang menciptakan kondisi manusia lemah dan butuh sehingga menjadi jalan untuk mendekat kepada Allah swt. Firman-Nya,

”Hai manusia, kamulah orang-orang yang butuh kepada Allah Swt. dan Dia Mahakaya lagi Maha Terpuji” (Q.S. Fathir: 15).

Sebagai jalan mendekat kepada-Nya, Allah swt memerintahkan manusia untuk berdoa. Memohon berbagai kebutuhan dan segala permintaan kepada Allah Yang Maha Kaya. Meminta pertolongan saat ia terdesak dan butuh pertolongan.

Dalam surat Al-Mukmin 60, Ia bersabda, “Dan berfirman Tuhanmu “Memohonlah (mendoalah) kepada-Ku, Aku pasti perkenankan permohonan (doa) mu itu.”

Tetapi ada syarat yang diajukan oleh Allah swt agar doa manusia diperkenankan. Yaitu manusia harus beriman kepada Allah swt, lalu mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Doa yang dipanjatkan pun harus disertai dengan rasa takut dan harap. Takut akan kemurkaan-Nya, takut bahwa Allah swt tak berkenan terhadap apa yang kita perbuat, dan berharap masih tersisa rasa sayang Allah swt pada kita.

Dalam surat Al-Baqoroh ayat 186, Ia berfirman,

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang Aku, maka sesungguhnya Aku sangat dekat (kepada mereka). Aku perkenankan doa orang-orang yang mendoa apabila ia memohon (mendoa) kepada-Ku. Sebab itu, hendaklah mereka memenuhi (seruan)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.”

Dan dalam surat Al-A’râf ayat 55-56 Ia menjelaskan,

“Mohonlah (berdoalah) kamu kepada Tuhanmu dengan cara merendahkan diri dan cara halus, bahwasannya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas; dan janganlah kamu berbuat kebinasaan di bumi (masyarakat) setelah la baik; dan mohonlah (berdoalah) kamu kepada Allah dengan rasa takut dan loba (sangat mengharap); bahwasannya rahmat Allah itu sangat dekat kepada orang-orang, yang ihsan (Iman kepada Allah dan berbuat kebajikan).”

Jadi tidak ada alasan untuk tidak berdoa. Tidak perlu malu untuk meminta kepada Allah swt, karena rasa butuh itu sengaja ia ciptakan agar kita mendekat pada-Nya, dan agar kita mau mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Bagaimana bila manusia tidak mau berdoa? Maka terdeteksi ada keangkuhan di hatinya. Dalam surat Al-Mukmin, orang yang lemah namun sombong untuk berdoa kepada Allah akan di tempat yang “spesial” di akhirat. “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”. (QS: Al-Mu’min 40:60)

Orang yang enggan berdoa berarti tidak beribadah kepada Allah swt. Karena Rasulullah saw telah berpesan, “Sesungguhnya berdoa itu merupakan ibadah” (HR Ahmad & Ashabus sunan). Dalam hadits lain disebutkan juga bahwa, “Do’a adalah intinya ibadah.” (HR At-Tirmidzi)

Imam Al-Mubarak Furi berkata bahwa orang yang meninggalkan doa berarti sombong dan merasa tidak membutuhkan Allah.

Imam At-Thaibi berkata bahwa Allah sangat senang tatkala dimintai karunia-Nya, maka barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, maka berhak mendapat murka-Nya.

Indah sekali Allah swt merancang interaksi antara Ia dan hamba-Nya. Andai kata manusia selalu terpenuhi kebutuhannya, tentu tidak akan ada rasa butuh kepada Allah swt yang mengundang manusia untuk berdoa. Dan Allah swt sendiri Maha Kaya. Ia tidak ragu memberi jaminan terkabul untuk doa hamba-Nya. Allah swt tak terkurangi kekayaan-Nya sedikit pun karena mengabulkan doa-doa hamba-Nya.

Di antara bentuk jaminan itu, seperti pada sabda Rasulullah saw:

“Tidaklah seorang hamba berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, melainkan akan dikabulkan untuknya. Mungkin langsung di dunia atau mungkin di tunda di akhirat kelak, atau dijadikan sebagai penghapus dosanya sebesar apa yang kalian doakan, selama tidak berdoa untuk dosa, memotong silaturahmi dan selama ia tidak terburu-buru.” (HR. At Tirmidzi).

Mulai sekarang, jangan ragu berdoa dalam setiap keadaan. Makin sering berdoa, makin sering mengingat Allah swt, dan semakin dekat kepada-Nya.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *