Lebih Bijak Dalam Gonta Ganti Gadget

By on Oct 7, 2014
memilih handphone

“Namanya juga gaul. Ya gak?” Itu alasan – sebut saja – Indra saat ditanya soal hobinya gonta ganti gadget. Ya, bagi sebagian orang, kelas sosial seseorang bisa dicerminkan oleh apa yang ia genggam. Seorang teman pebisnis sengaja berburu gadget merk tertentu demi kehormatan di mata clientnya.

Tapi lifestyle seperti ini tidak murah. Bisa-bisa, orang yang mencoba memaksakan mengikuti arus trend ini malah terjebak pusaran hutang kartu kredit. Handphone baru terus berdering. Keren. Tapi si penelpon adalah pihak penagih hutang. Duh.

Tentu harus bijak dalam mengikuti lifestyle yang satu ini.

Pertimbangkan Kebutuhan

Kebetulan handphone Rico yang lama telah raib oleh copet, saatnya membeli hp baru. Bila diminta pendapat, apa yang akan anda sampaikan pada Rico? Langsung merk hingga serinya, atau spesifikasi dan fitur?

Yang lebih bijak tentu perhatikan spesifikasi dan fitur yang dimiliki oleh handphone yang akan dibeli. Yang tak kalah penting, ukur kebutuhan kita. Selama ini hp yang kita punya digunakan untuk apa saja? Biasanya browser dan instalasi aplikasi chatting, itu sudah menu wajib. Kalau anda memang suka fotografi, baru pertimbangkan beli yang spec kameranya canggih. Kalau anda memang suka main game, baru pertimbangkan beli yang processornya ulung. Juga ukuran layar, pertimbangkan aktifitas kebiasaan anda dengan hp, layar mana yang kira-kira anda butuhkan.

Tentu mubazir anda membeli gadget terbaru yang canggih tetapi aktivitas anda menggunakan gadget sebenarnya minim. Menelpon dan ditelpon, jarang. Terima sms cuma dari operator yang beriklan, atau lembaga pembiayaan yang iseng. Punya grup chatting cuma beberapa dan sepi aktivitas. Pada akhirnya gadget anda terancam dijual dalam hitungan minggu.

Sumber Anggaran

Bila anda orang gajian, mau tak mau anda memiliki pos-pos rutin yang harus dibayarkan tiap bulan. Yang paling baik, anda memiliki pos investasi selain pos kewajiban lain.

Sungguh tidak bijak bila anda sampai mengorbankan pos investasi rutin demi sebuah gengsi. Apalagi sampai mengorbankan pos kewajiban rutin. Misalnya ada cicilan lain yang belum lunas, lalu cicilan itu anda kesampingkan demi membuka hutang baru, maka bersiaplah berurusan dengan jasa penagih hutang.

Perhatikan sumber anggaran anda untuk gonta-ganti gadget. Sekalinya anda mendapat bonus atau THR, boleh lah mempertimbangkan gadget yang lebih canggih yang sesuai kebutuhan.

Hindari Jebakan Israf dan Tabdzir

Setiap bulan bahkan tiap pekan bisa ada keluaran produk gadget terbaru. Sadarkah anda, bahwa harga gadget anda terus turun? Dan saat gadget jenis terbaru launching, gadget yang anda pegang sudah turun pamornya dan harganya pun semakin tergerus waktu. Bila anda ngotot agar pegangan anda terus update dengan yang terkini, berapa biaya yang anda keluarkan?

Israf artinya mengikuti keinginan yang melebihi semestinya. Menurut seorang tabi’in, Atho’ bin Abi Rabah, israf adalah perbuatan berlebihan dalam makanan, minuman, pakaian dalam kondisi tidak dibutuhkan.

Mengikuti perkembangan gadget bukanlah sebuah kebutuhan.

Saudara dari israf ini adalah tabdzir, pelakunya disebut mubadzir. Adalah perbuatan membelanjakan harta dalam hal kemaksiatan atau perbuatan sia-sia. Firman Allah swt, “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Al Isra’ 27).

Menurut Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud, tabzir itu “Infaq fii ghoiri haqqin” artinya tabdzir itu membelanjakan harta di jalan selain yang haq atau selain yang Allah perbolehkan.

Sebagai seorang muslim yang dititipkan harta oleh Allah swt, tentu harus menghindari dua sikap ini.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

One Comment

  1. android qwerty

    Jun 12, 2015 at 13:57

    saya setuju.. gaboleh mengutamakan gengsi dan sesuaikan dengan kemampuan serta kebutuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *