Misi Utama Seorang Kepala Keluarga

By on Oct 15, 2014
keluarga quran

Yang paling sering ditagih kepada para suami atau ayah adalah nafkah. Baik nafkah lahir maupun batin. Tapi tak banyak yang menggugat para suami/ayah karena melalaikan sebuah kewajiban, yaitu menjamin pendidikan agama untuk keluarganya.

Allah swt telah melantik para suami sebagai kepala keluarga. Dalam firman-Nya,

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS an-Nisaa’: 34).

Salah satu tugas kepala keluarga itu adalah mengupayakan kehidupan akhirat yang baik untuk anggota keluarga.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (QS at-Tahriim:6).

Pertanyaannya, sudah hadirkah kesadaran di dada para kepala keluarga tentang kewajiban ini? Lalu, apa saja yang sudah dilakukan untuk menempuh misi penyelamatan keluarga dari api neraka ini?

Teladan

Ada bekal wibawa yang dimiliki suami atau ayah untuk memimpin keluarganya. Wibawa yang menjadikannya objek percontohan bagi anggota keluarganya. Maka untuk mengarahkan anggota keluarganya kepada jalan yang menyelamatkan dari api neraka, cara pertama kali adalah dengan memberikan keteladanan.

Semua harus berawal dari kepala keluarga untuk menjadi model orang yang pantas diselamatkan Allah swt di akhirat. Definisi taqwa harus bisa diterjemahkan dalam tindak-tanduk seorang suami/ayah. Menjadi laki-laki yang rajin ke masjid, menjaga lisannya, tidak bermaksiat di depan anak dan istrinya, dll.

Semua manusia senang dengan kebaikan. Kalau kepala keluarganya baik, anggota keluarga akan senang.

Pendidikan Formil yang Islami

Perhatikanlah apa target untuk sang anak saat ia disekolahkan! Apakah menjadi anak yang cerdas, atau menjadi anak yang punya akhlak yang baik, atau keduanya.

Pastikanlah sekolah yang kita pilih untuk sang anak adalah sekolah yang bisa mendekatkannya pada agama. Sayang, masih banyak orang tua yang memasukkan anaknya ke sekolah agama lain. Padahal zaman sekarang sekolah Islam yang modern sudah banyak tersedia. Tempat anak belajar dan berinteraksi dengan teman sebayanya adalah di sekolah. Pastikanlah tempat yang paling berpengaruh pada perkembangannya itu kondusif untuk agama sang anak.

Nasihat yang Membekas

Kita pernah muda dan tahu persis bahwa dinasehati orang tua itu membosankan. Tetapi kenyataannya sering kita menemukan kebenaran dari ucapan orang tua saat menemukan peristiwa tertentu. Jadi jangan karena tidak ingin menjadi orang tua yang membosankan, kita meninggalkan nasihat kepada anak atau istri.

Mungkin kita perlu menemukan cara yang tepat untuk menasehati anggota keluarga. Pada saat-saat yang hangat, misalnya sedang makan malam bersama, sedang jalan-jalan, sedang berbelanja bulanan bersama, bisa kita sisipkan pengajaran nilai-nilai kebaikan kepada mereka. Jadi bukan cuma saat memarahi saja.

Para kepala keluarga juga harus merenungkan bagaimana Luqman memberi nasehat kepada anaknya dalam Al-Qur’an surat Luqman.

Berdoa

Allah swt memberikan inspirasi bagi para kepala keluarga dengan redaksi doa dalam Al-Qur’an.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al Furqon 74)

Doa itu sangat familiar bagi sebagian besar umat muslim. Dan doa merupakan senjata bagi orang mukmin. Karena itu, seorang kepala keluarga tidak boleh melupakan doa di atas.

Perhatikan juga bagaimana redaksi doa itu menyiratkan bahwa seorang yang mampu menjadi pemimpin adalah orang yang rumah tangganya “bercahaya” tanpa banyak masalah.

Jadi, wahai para suami atau ayah, bila anda ingat keluarga, ingat jugalah misi penting anda yaitu menyelamatkan mereka dari adzab Allah. Wal ‘iyadzubillah

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *