Puasa Asyuro, Sejarah dan Keutamaannya (Bag 2)

By on Oct 31, 2014
puasa asyuro 1

Dari sejarah yang telah dipaparkan, puasa Asyuro memiliki banyak keutamaan. Itulah makanya tradisi ini diteruskan oleh umat Islam, dengan tetap membuat perbedaan dengan tradisi umat Yahudi dan Nasrani.

Di antara keutamaan itu antara lain:

1. Mengenang kemurahan Allah swt saat menyelamatkan Musa a.s. dan Bani Israil dari keganasan Firaun.

Hari Asyuro adalah hari di mana Musa a.s. menyeberangi laut Merah dengan mu’jizat dari Allah swt. Sempat terdesak pada jalan buntu, Allah swt kemudian menciptakan keajaiban yang disaksikan semua pengikut Nabi Musa a.s. yaitu terbelahnya lautan dengan satu ketukan tongkat Nabi Musa a.s. Peristiwa ini sekaligus mengakhiri kekejaman penjajahan Firaun selama beratus tahun lamanya terhadap Bani Israil.

Hari tersebut menjadi hari yang sangat bersejarah bagi umat manusia. Bani Israil mungkin yang paling berterima kasih atas hari itu. Tetapi sebagai penyambung syariat yang Allah turunkan, hari itu juga menjadi hari yang bersejarah bagi umat Islam. Bahkan sebagai pemeluk agama yang diridhoi Allah swt, umat Islam lebih berhak menyukuri peristiwa itu dalam puasa sunnah.

Ibnu Abbas berkata: “Nabi tiba di Madinah dan dia mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa Asyuro. Nabi bertanya: “Puasa apa ini?” Mereka menjawab: “Hari ini adalah hari yang baik, hari dimana Allah telah menyelamatkan Bani Israil dari kejaran musuhnya, maka Musa berpuasa sebagai rasa syukurnya kepada Allah. Dan kami-pun ikut berpuasa. Nabi berkata: “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”. Akhirnya Nabi berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa juga” (HR Bukhori)

2. Puasa nomor dua yang paling bernilai di sisi Allah swt setelah puasa Ramadhan.

Sempat diwajibkan, kemudian puasa Asyuro Allah turunkan derajatnya menjadi sunnah setelah turunnya kewajiban puasa Ramadhan. Maka di antara puasa sunnah, puasa Muharamlah yang paling utama. Dan di antara semua puasa, puasa Muharam menjadi yang paling bernilai nomor dua setelah puasa Ramadhan.

“Puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah al-Muharrom. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)

3. Menghapus dosa setahun yang lalu

Seperti yang telah Rasulullah terangkan, “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah. Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyuro. Beliau menjawab, ”Puasa Asyuro akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

Ada perbedaan pendapat apakah dosa yang dihapus merupakan dosa besar atau dosa kecil. Imam Nawawi menjelaskan bahwa yang terhapus adalah dosa kecil, namun diharapkan puasa ini ikut menggugurkan dosa besar. Sementara Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa tiap dosa akan terhapus oleh puasa Asyuro.

Itulah keutamaan puasa Asyuro. Bersemangatlah, sebagaimana Rasulullah antusias dengan dua puasa: Asyuro dan Ramadhan.

“Aku tidak pernah melihat Nabi benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari berikut ini: hari ‘Asyura dan puasa bulan Ramadhon.” (HR Bukhori)

 Sebelumnya: Sejarah Puasa Asyuro

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *