Sea World Bersengketa, Wahana Pun Ditutup

By on Oct 21, 2014
sea world

Melihat ikan pari dan berbagai jenis ikan laut berenang di atas kepala, melihat pertunjukan segerombolan ikan piranha menghabisi mangsanya, atau mengelus langsung kura-kura, semua aktivitas itu akan dirindukan pecinta wahana Sea World Dufan sampai waktu yang belum ditentukan. Sebab ada kekisruhan antara pengelola Sea World dan pengelola kawasan Ancol. Sehingga wahana kesayangan pecinta satwa laut itu harus ditutup.

Soal perpanjangan kerja sama antara Sea World Indonesia (SWI) dan PT Pembangunan Jaya Ancol yang tak kunjung mendapat titik temu menyebabkan wahana yang memelihara ribuan biota laut itu harus ditutup. Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) telah mengeluarkan putusan pada tanggal 5 Juni 2014 bahwa gugatan pihak pengelola Ancol diterima dan menyatakan SWI harus menyerahkan hak pengelolaan area seluas 3 hektare di mana gedung Sea World berdiri kepada pengelola Ancol.

Wahana Sea World mulai dibangun pada Juni 1994 selama dua tahun. Dalam perjanjian sebelumnya, SWI memiliki hak ekslusif pengelolaan selama 20 tahun terhitung sejak Juni 1994 hingga Juni 2014 yang mana setelah 20 tahun selesai, SWI memiliki hak opsi memperpanjang kerja sama. Sebelum mendapat perpanjangan, SWI harus mengajukan surat permohonan kepada pihak Ancol minimal satu tahun sebelum masa perjanjian berakhir.

Kerjasama antara dua pihak ini mencakup konsep build, operate, and transfer (BOT). Di hadapan notaris Sucipto dengan Nomor Notarial 81 Tahun 1992 kesepakatan ini ditandatangani kedua pihak.

Pihak SWI telah mengirim surat permohonan perpanjangan pada bulan Maret 2011 dan Maret 2012. Namun tidak ada jawaban dari pihak Ancol. Walaupun, menurut Yongki E Salim, Presiden Direktur SWI, surat pengajuan sudah ditembuskan ke Gubernur DKI Jakarta saat itu, Fauzi Bowo.

Pihak SWI pun sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan direksi Ancol. Namun kesepakatan tak kunjung didapat.

Lalu pada April 2013, kasus ini mulai masuk ke ranah hukum dan disidangkan oleh BANI. Kasus ini diproses selama sembilan bulan.

Pihak SWI kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang dikabulkan pada 30 September 2014. Atas putusan ini, pihak SWI menganggap putusan BANI seharusnya otomatis batal.

Terdapat perbedaan pandangan antara pengelola Ancol dan pengelola Sea World. Pengelola Ancol berpandangan bahwa sebelum perjanjian diperpanjang harus ada serah terima terlebih dahulu kepada pemilik lahan dan evaluasi kerjasama.

Selain itu pihak Ancol tak setuju dengan jangka waktu dan angka bagi hasil yang tertera di surat pengajuan. Permohonan yang dibuat pada 2011 terdapat perubahan perpanjangan kontrak dari 20 tahun menjadi 30 tahun. Dan nominal bagi hasil menurun dari 5% menjadi 3%.

Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutuskan perjanjian antara Ancol dan Sea World berada dalam status quo. Artinya, masing-masing pihak tidak boleh melakukan apa-apa. Rencananya pihak Ancol akan meneruskan kasus ini ke Mahkamah Agung.

sumber: gatra, kompas

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *