Sholat Awal Waktu Di Hari Kerja, Hanya Soal Kemauan

By on Oct 23, 2014
sholat di kantor

Apakah Anda termasuk orang yang susah menjalankan sholat wajib di awal waktu saat sedang bekerja di kantor, atau sedang menjalankan usaha? Apakah tiap waktu zhuhur atau ashar tiba, Anda sedang berada di puncak kesibukan? Kalau benar, lantas bisakah itu menjadi penggugur keutamaan sholat di awal waktu? Percayalah, menjalankan sholat di awal waktu hanya soal kemauan, bukan kesibukan. Mau atau tidak.

Di suatu sesi wawancara kerja, pihak HRD bertanya kepada pelamar, apakah ia mau diminta bekerja lembur. Jawab pelamar itu: Tidak. HRD terperanjat, “Apa alasan Anda?” Tanya HRD. Alasannya, bekerja lembur itu menandakan ada masalah. Masalah itu bisa saja ketidakbecusan karyawan mengatur waktu, atau perusahaan bermasalah dalam mengatur pekerjaan untuk karyawannya, sehingga karyawan harus bekerja lembur. Entah jumlah karyawan kurang dari kebutuhan, atau kesalahan membagi load pekerjaan ke tiap karyawan. Intinya, tidak ada alasan untuk pulang tidak sesuai dengan jam normal bila tidak ada masalah.

Kalau jam pulang saja harus dibela-belain sesuai dengan jadwal, maka begitu juga waktu sholat tepat waktu saat zhuhur dan ashar. Bila saat-saat itu terasa lebih sibuk, berarti ada masalah dalam mengelola pekerjaan, atau sholat di awal waktu tidak menjadi prioritas utama. Atau dua-duanya.

Sebenarnya rutinitas sholat tidak terlalu banyak memakan waktu. Bila musholla atau ruang sholat bisa diakses dengan mudah, waktu 15 menit terlalu lama untuk melaksanakan rutinitas sholat wajib. Itu berarti sepanjang 8 jam kerja, hanya terpotong 15 menit untuk waktu sholat yaitu sholat Ashar. Sedangkan sholat Zhuhur, waktunya ada pada jam istirahat. Tidak memotong waktu kerja anda.

Pernah ada yang bertanya kepada seorang ustadz, apakah meninggalkan pekerjaan sebentar untuk sholat itu korupsi waktu. Pertanyaan ini agak aneh, karena tidak mungkin seseorang 8 jam bekerja tanpa pergi ke toilet. Waktu-waktu yang diperlukan pribadi seperti ke toilet ataupun sholat itu sah saja. Perusahaan tak mungkin membatasi.

Sekarang, mari atur pekerjaan dengan baik dengan menjadikan waktu sholat sebagai prioritas. Atur ritme kerja disesuaikan dengan waktu sholat. Saat waktu sholat masih lama, silakan dikebut dan diseriusi pekerjaan Anda. Dan ketika waktu sholat sebentar lagi masuk, mulai bersiap untuk jeda sejenak.

Lalu kalau pekerjaan Anda loadnya tidak terlalu besar, namun Anda masih suka melalaikan waktu sholat, berarti memang ada masalah dalam mengatur prioritas dalam kehidupan Anda. Mungkin istirahat lebih Anda prioritaskan sehingga sholat Zhuhur Anda laksanakan setelah jam istirahat usai. Atau karena Anda tidak peduli dengan sholat di awal waktu, Anda cukup puas mengerjakan sholat Ashar di sekitar jam pulang kerja.

Dalam sebuah hadits Qudsi dinyatakan, respon Allah sesuai dengan ikhtiar hamba mendekat pada-Nya.

“Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. jika ia mendekat kepadaKu sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil.” Begitu firman-Nya dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari.

Lalu bagaimana mungkin kita menuntut rizki yang berlimpah ruah sementara ikhtiar kita mendekat kepada Allah sangat tak layak.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *