Warga Tangerang Selatan Deklarasikan GeNAM dan Kampung Anti Miras

By on Oct 20, 2014
kampung anti miras2

Aturan tegas Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) yang tidak mengizinkan peredaran minuman keras di wilayah Tangsel rupanya masih sering dilanggar oleh warganya. Medio Mei 2014, seorang warga ditemukan tewas setelah pesta miras di sebuah tempat karaoke di daerah Alam Sutra.

Kejadian seperti itu membuat sebagian warga Tangsel berinisiatif memplokamirkan kampng-kampung Anti Miras. yang diperkenalkan ke warga Tangsel bersamaan dengan Deklarasi Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) Chapter Tangsel di Car Free Day Bintaro Jaya (19/10).

Fahira Idris selaku Ketua Umum Genam menyatakan bahwa kampung-kampung Anti Miras ini lahir setelah relawan GeNAM Tangsel terjun ke masyarakat menyosialisasikan bahaya miras.

“Ternyata pengetahuan masyarakat terhadap bahaya miras masih minim, setelah mereka tahu bahwa miras bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga ancaman bagi anak-anak mereka, warga berinisiatif melindungi lingkungan mereka dari miras,” terang Fahira Idris.

Larangan Miras di Kota Tangerang Selatan ini tertera dalam Perda No.4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran  Usaha Perindustrian dan Perdagangan. Pada pasal 122, dinyatakan bahwa Pemkot Tangsel tidak menerbitkan Izin Usaha Industri, izin impor, izin edar dan SIUP bagi pelaku usaha Minuman Beralkohol serta melarang setiap orang atau badan dilarang memproduksi, mengedarkan serta memperdagangkan minuman beralkohol.

Karena itu Fahira mendorong agar larangan miras diatur tersendiri dalam sebuah Perda Miras agar pengaturan dan sanksinya bisa lebih tegas. Selama ini miras tetap beredar karena pengawasan yang kurang dan tidak adanya efek jera karena hukuman yang sangat ringan.

“Di Perda Kota Tangsel ini, hukuman (jika melanggar ketentuan  miras) masih sangat ringan karena sebatas sanksi administratif berupa pencabutan izin, padahal dampak miras sangat luar biasa merusaknya. Kami akan tetap mendorong agar Tangsel punya perda miras,” ujar perempuan yang juga aktivis sosial dan Anggota DPD RI ini.

Sementara itu, Koordinator GeNAM Chapter Tangsel Nining Aidil mengatakan hingga saat ini sudah ada lima wilayah di Tangsel yang mendeklarasikan diri sebagai Kampung Anti Miras. Kelima wilayah itu adalah  RT 4/RW 4 Pondok Kacang Barat, RT 6/RW 5 Parigi Baru, RT 4/RW 3 Parigi Baru, RT 1/RW 6 Parigi Baru, dan RT 1/RW 4 Parigi Baru.

“Ke depan kita akan terus turun ke masyarakat untu menyosialisasikan bahaya miras dan terus berkoordinasi dengan pemkot dan dinas terkait, termasuk Satpol PP. Target kita semua wilayang di Tangsel menjadi Kampung Anti Miras,” ujar Nining.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *