Waspada Ebola, Mari Kenali Penyakit Itu

By on Oct 20, 2014
The handout photo released 20 December 2

Punya niat berpergian ke luar negeri dalam waktu dekat? Bukan untuk menakuti, tapi perlu rasanya untuk mengetahui wabah apa yang sedang marak di luar negeri, agar bisa berhati-hati.

Salah satu wabah yang dihebohkan adalah Ebola. Penyakit ini sudah lama tidak terdengar, tapi beberapa bulan belakangan muncul kembali. Kabarnya wabah kali ini lebi mematikan sejak virus ini ditemukan pertama kali pada tahun 1976. Kehadiran kemabli wabah ini melengkapi wabah-wabah fenomenal sebelumnya seperti SARS, Flu Burung, dan Flu Babi.

Penyakit ini dinamakan Ebola Virus Disease (EVD), atau bahasa Indonesianya disebut Virus Ebola, juga disebut Ebola Hemorrhagic Fever (EHF), dikenal juga dengan demam berdarah Ebola. Disebabkan oleh virus Ebola.

Pertama kali muncul pada tahun 1976 di dua negara, Sudan dan Kongo. Nama ini diambil dari nama Sungai Ebola, di mana sebuah desa yang terkena wabah itu terletak di dekat sungai Ebola.

Medio Agustus 1976, sebuah rumah sakit di kota kecil Yambuku Zaire (kini bernama Republik Demokratik Kongo) kedatangan seorang pasien demam tinggi bernama Mabalo. Sebelum mengalami demam, ia pernah ke wilayah utara Zaire. Penanganan pasien di Afrika sangat buruk. Satu jarum suntik digunakan untuk beberapa pasien, hingga jarum itu tumpul baru diganti.

Dalam waktu singkat, gejala seperti yang dialami Mabalo menjalar ke lebih dari 50 desa sekitar. Dua bulan kemudian, gejala tersebut dilaporkan muncul di Sudan.

Epidemi ini menggemparkan dunia. Dalam penelitian berikutnya, ditemukan bahwa virus Ebola yang berada di Zaire dan Sudan tidak persis sama. Wabah ini cukup mematikan. Dari total 318 orang yang terinfeksi di Sudan, wabah ini membunuh 280 orang (tingkat kematian 88%). Sedangkan di Sudan, dari 248 orang yang terinfeksi, 151 di antaranya meninggal (tingkat kematian 53%).

Penyakit ini ditularkan kepada manusia oleh hewan yang terinfeksi, melalui kontak dengan darah, sekresi, organ, atau cairan tubuh lainnya. Di Afrika pernah ditemukan simpanse, gorila, kalong, monyet, kijang hutan dan landak yang terinfeksi penyakit ini yang ditemukan sakit atau mati di hutan hujan.

Kemudian penularan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung (melalui kulit rusak atau selaput lendir) dengan darah, sekresi, organ atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi, dan kontak tidak langsung dengan lingkungan yang terkontaminasi dengan cairan tersebut.

Petugas kesehatan yang merawat pasien sering terinfeksi penyakit ini. Pada upacara pemakaman pun tidak luput dari penularan virus Ebola. Bahkan pria yang telah sembuh dari penyakit ini tetap bisa menularkan ke orang lain melalui sperma, hingga 7 pekan dari waktu kesembuhan.

Gejala awal penderita penyakit ini adalah mendadak demam tinggi, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, dll. Kemudian muntah darah dan diare, lalu sekujur tubuh mengeluarkan darah, nyeri sendi dan otot, diikuti dengan mata, gusi, hidung, telinga, anus dan bagian-bagian pribadi berdarah, kencing sangat sedikit dan sebagainya. Penyakit ini bisa merusak lever, menyebabkan gagal ginjal, kerusakan sistem saraf pusat, shock dan terjadi kegagalan multiple organ. Pada uji lab, sel darah putih, tromobosit, dan platelet darat pasien menurun sedangkan indikator fungsi hati meningkat.

Masa inkubasi sekitar 2-21 hari. Diagnosa awal virus Ebola bisa saja salah dengan dianggap sebagai malaria, tipus, radang selaput otak, dll.

Sayangnya belum ada vaksin berlisensi untuk penyakit ini. Untuk mencegah tertular virus ini, hindari kontak langsung dengan penderita Ebola. Juga kurangi kontak dengan simpanse, kelelawar, orang utan, babi hutan, dan hewan lain yang beresiko terinfeksi penyakit Ebola di tempat yang rawan tersebar penyakit ini. Dan jangan mengambil tubuh hewan mati atau daging binatang-binatang itu untuk dimakan.

Anda juga perlu hindari berkunjung ke daerah-daerah yang tersebar virus Ebola. Mungkin terdengar paranoid, tapi menghindari jabat tangan dengan orang lain yang berada di sekitar wilayah penyebaran virus Ebola sangat penting untuk menghindari terjangkitnya penyakit ini.

Yang penting adalah bertawakkal kepada Allah swt. Dari-Nya rasa sakit muncul, dan kepada-Nya kita meminta penyakit itu dicabut.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *