Ajaran Kepahlawanan Dalam Islam

By on Nov 10, 2014
tangan memberi

Disebut pahlawan saat seseorang punya jasa yang besar untuk orang lain. Dalam bahasa sanksekerta, pahlawan berasal dari kata “phala” yang bermakna hasil atau buah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani.

Islam memuat nilai-nilai kepahlawanan. Seseorang yang mengaplikasikan ajaran-ajaran Islam, akan menjelma “from zero to hero”. Karena Islam menekankan umatnya agar memiliki manfaat untuk sesamanya (nafi’un lighoirih). Menjadi rahmatan lil ‘alamin.

Ajaran-ajaran Islam yang memuat nilai kepahlawanan tercermin pada poin berikut:

1. Orang lain harus selamat dari lisan dan tangan seorang muslim.

Ini seperti yang diperintahkan Rasulullah saw,

“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Al-Bukhari no. 6484 dan Muslim no. 161)

Dalam hadits lain,

“Seorang mu’min (yang sempurna) yaitu orang yang manusia merasa aman darah mereka dan harta mereka dari gangguannya.” (HR Tirmidzi AnNasa’i)

Ini adalah perintah dasar dalam interaksi seorang muslim. Pada dasarnya, orang lain harus aman dari lisan dan tingkahnya. Tidak boleh seorang muslim menggunjing, memaki, mengumpat; tidak boleh juga seorang muslim melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan bagi orang lain.

2. Tindakan heroik adalah bukti keimanan.

Menyatakan Allah swt sebagai satu-satunya sembahan dan megakui Muhammad saw sebagai utusan-Nya, memiliki implikasi yaitu harus memberi manfaat kepada orang lain walaupun dengan sebuah perbuatan yang tampak sepele.

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Iman itu ada enam puluh cabang lebih atau tujuh puluh cabang lebih. Yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan yang paling tinggi ialah ucapan “Laa ilaaha illalaah” (Tidak ada Tuhan selain Allah)”. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah)

Menyingkirkan gangguan di jalan punya nilai kepahlawanan. Kita tak pernah tahu berapa banyak yang terselamatkan akibat tindakan itu. Sekecil apa pun potensi kecelakaan tetap saja mempertaruhkan nyawa orang lain.

Tindakan heroik seperti ini adalah bukti terendah keimanan. Semakin tinggi tindakan heroik maka semakin tinggi pembuktian keimanan. Hingga bila bukti-bukti keimanan itu terpenuhi, maka ucapan La ilaaha illallaah menjadi sah.

3. Manfaat kepada sesama adalah amal yang paling dicintai Allah swt.

Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menunaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini— yaitu Masjid Nabawi — selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)

Membantu sesama hingga keperluannya terpenuhi adalah tindakan kepahlawanan yang menjadi amal yang dicintai Allah swt. Itu adalah bukti kalimat La ilaaha illallah terimplementasi, dan menjadi yang paling dicintai dari beri’tikaf di Masjid Nabawi.

Untuk diketahui, satu sholat yang dilakukan di Masjid Nabawi punya nilai lebih dari 1000 kali sholat di masjid lain, kecuali Masjidil haram.“Shalat di masjidku ini lebih baik daripada 1000 shalat di tempat lain, kecuali di Masjid Al-Haram.” (HR. Muslim). Lalu bayangkan, bisa berapa kali sholat yang didirikan dalam satu bulan? Berapa besar pahala melakukan i’tikaf di Masjid Nabawi. Dan pada akhirnya amalan itu kalah oleh melakukan tindakan heroik: memenuhi kebutuhan sesama.

Semoga tulisan ini menjadi inspirasi bagi pembaca. Di berbagai penjuru bumi saat ini umat Islam banyak yang memerlukan bantuan. Yang terdekat adalah bencana yang terjadi di Aceh, atau bencana kekeringan di beberapa tempat di Nusantara. Lalu, ada penindasan terhadap muslim di Burma. Hingga penindasan kepada muslim di Palestina. Jadilah pahlawan buat mereka, kendati hanya melalui doa dan harta kita.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *