Final Liga Indonesia, Antara Haus Gelar Dan Melawan Kutukan

By on Nov 7, 2014
persib persipura

Gegap gempita tengah menyelubungi insan sepakbola nasional. Terutama pecinta Persib dan Persipura. Dua tim raksasa yang punya sejarah besar pada Liga Perserikatan dulu akan bertemu dalam final Indonesia Super League (ISL) 2014. Perhelatan ini akan dilangsungkan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, jumat malam ini (7/11/2014).

Persib yang tengah haus gelar setelah menderita paceklik selama 19 tahun, adalah tim yang paling berambisi memenangkan final kali ini. Dukungan ribuan bobotoh yang menyerbu kota Palembang tentu menjadi tenaga tambahan untuk para pemain Persib. Belum lagi kehadiran Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang akan melecut semangat pemain-pemain Maung Bandung untuk memperlihatkan penampilan yang terbaik.

Persipura pun tak kalah berambisi menaklukkan gelar tahun ini. Menyandang gelar juara bertahan, Persipura ingin mementahkan kutukan tak adanya klub yang bisa menjuarai Liga Indonesia dua kali berturut-turut sejak pertama liga ini digelar. Tahun 2009 mereka menjadi juara, tapi tahun 2010 gagal mempertahankannya dan hanya menjadi runner-up. Tahun 2011 kembali menjadi juara, namun 2012 kembali merosot menjadi runner-up. Maka tahun ini akan menjadi ajang pembuktian mereka menjadi tim pertama yang merajai Liga Indonesia dua tahun berturut-turut.

Persipura juga ingin membuktikan bahwa mereka tak punya ketergantungan dengan pelatih Jacksen F Tiago yang telah menorehkan prestasi emas buat sepakbola tanah Papua.

Kedua klub sama-sama dihuni punggawa tim nasional. Saat ini Persib pemberi sumbangan terbesar untuk tim yang kini diasuh Alfred Riedl.

Lima pemain Persipura diseriusi oleh pelatih Persib, Djajang Nurjaman. Mereka adalah Boaz, Robertino Pugliara, Lim Jun Sik, Imanuel Wanggai, dan Bio Paulin. Sementara Persipura akan mengawasi penyerang-penyerang Persib, khsusunya Ferdinand Sinaga, Vladimir Vujovic, dan Firman Utina.

Persipura sendiri optimis bisa menurunkan skuad terbaiknya setelah Ruben Sanadi selesai menjalani hukuman tiga laga oleh Komisi Disiplin PSSI.

Statistik tampak tak berpihak pada Persib. Sejak 2008, Persib tak pernah menang dalam 10 kali pertemuan dengan Persipura. Hasil terbaik Persib hanyalah imbang empat kali, sedangkan enam sisanya Persib menderita kekalahan. Dari enam laga terakhirnya, gawang Made Wirawan selalu kebobolan. Total sudah kemasukan tujuh gol dari enam laga. Kedua tim belum pernah bertemu di musim ini. Selalu berbeda wilayah baik di penyisihan atau pun babak Delapan Besar.

Persipura (4-3-3): Yoo Jae Hoon; Ruben Sanadi, Bio Paulin, Dominggus Fakdawer, Yohanis Tjoe, Imanuel Wanggai, Lim Jun Sik, Nelson Alom, Gerard Pangkali, Ian Luis Kabes, Boaz Solossa.

Persib (4-2-3-1): I Made Wirawan; Toni Sucipto, Vladimir Vujovic, Ahmad Jufriyanto, Supardi, Taufiq, Firman Utina, Makan Konate, M Ridwan, Tantan, Ferdinand Sinaga.

 

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *