Jalan Mendapat Ampunan Allah SWT

By on Nov 4, 2014
memohon ampun

Mempercayai hari Hisab atau hari perhitungan amal perbuatan di akhirat kelak, maka otomatis kita akan sangat mengharapkan ampunan dari Allah swt. Maghfiroh (ampunan) Allah swt lah yang akan meringankan catatan dosa kita. Sehingga ketika dikomparasi, peluang catatan kebaikan mengungguli catatan keburukan menjadi lebih besar.

Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. (Al-Qoriah : 6-8)

Karena sangat berkepentingan terhadap ampunan Allah, hendaknya kita juga mengetahui dengan cara apa ampunan Allah swt akan datang. Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan Allah mengampuni dosa kita.

1. Bertaubat dan Memohon Ampun Kepada Allah

Allah swt telah mengundang umat manusia untuk mengetuk pintu ampunan-Nya.

“Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Demi kemulian dan keagungan-Ku, Aku senantiasa akan mengampunkan dosa-dosa hamba-hamba-Ku selama mereka mau meminta ampun kepada-Ku” (HR. Ahmad)

Sekalipun dosa manusia itu begitu besar, tetapi Allah menyediakan ampunan yang lebih besar dari dosa yang pernah diperbuat seorang hamba.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

Ibnu Katsir mengatakan, “Ayat yang mulia ini berisi seruan kepada setiap orang yang berbuat maksiat baik kekafiran dan lainnya untuk segera bertaubat kepada Allah. Ayat ini mengabarkan bahwa Allah akan mengampuni seluruh dosa bagi siapa yang ingin bertaubat dari dosa-dosa tersebut, walaupun dosa tersebut amat banyak, bagai buih di lautan.”

Taubat yang diinginkan Allah swt adalah taubatan nasuha yang ditandai dengan adanya tekad untuk tidak mengulangi lagi dosa yang sudah diperbuat.

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar.” (At-Tahrim: 8.)

Dalam keseharian, perbanyaklah istighfar kepada Allah swt. Sambil bekerja, di atas kendaraan, dsb. Istighfar menjadi eksepsi atas catatan buruk yang terlanjur dilakukan. Semakin banyak beristighfar, berarti semakin banyak kita menebar poin-poin yang mengimbangi catatan dosa.

“Beruntunglah orang yang mendapatkan di dalam catatan amalnya istighfar yang banyak.” (HR. Ibnu Majah)

2. Mengerjakan Amal Sholih

Ini seperti yang Rasulullah saw sabdakan,

“Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”. (HR Tarmidzi)

Seperti debit dan kredit dalam catatan keuangan, amal kebaikan akan menutup defisit amal sholeh kita akibat perbuatan dosa, vise versa.

Ada banyak amal sholih yang menjadi penghapus dosa.

Wudhu menghapus dosa, seperti sabda Rasulullah saw:

“Barangsiapa yang berwudhu seperti ini, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu. Shalatnya dan langkah kakinya ke masjid akan dihitung sebagai amal kebajikan.” (HR Muslim)

Sholat lima waktu, sholat jumat, dan puasa Ramadhan bisa menghapus dosa.

“Sholat lima waktu dan (sholat) Jum’at ke (sholat) Jum’at serta dari Ramadhan ke Ramadhan semua itu menjadi penghabus (dosanya) antara keduanya selama ia tidak terlibat dosa besar.” (HR Muslim)

Puasa Arafah dan Asyuro juga menghapus dosa.

Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)

Dan banyak lagi ibadah yang bisa menghapus dosa. Termasuk syahadat kita, punya efek penghapus dosa yang luar biasa.

“Sungguh Allah akan membebaskan seseorang dari umatku di hadapan seluruh manusia pada hari kiamat. Ketika itu dibentangkan 99 gulungan (dosa) miliknya. Setiap gulungan dosa panjangnya sejauh mata memandang. Kemudian Allah berfirman, ‘Apakah ada yang engkau ingkari dari semua catatan ini, apakah (para) malaikat pencatat amal telah menganiayamu?’ Dia menjawab, ‘Tidak, wahai Rabbku’. Allah bertanya, ‘Apakah engkau memiliki udzur (alasan)?’ Dia menjawab, ‘Tidak wahai Rabbku’. Allah berfirman, ‘Bahkan sesungguhnya engkau memiliki satu kebaikan di sisi-Ku dan sungguh pada hari ini engkau tidak akan dianiaya sedikit pun’. Kemudian dikeluarkanlah sebuah bithaqah (kartu) bertuliskan ‘asyhadu an laa ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh’. Lalu Allah berfirman, ‘Datangkan timbanganmu’. Dia berkata, ‘Wahai Rabbku, apalah artinya kartu ini dibandingkan seluruh gulungan (dosa) itu?’ Allah berfirman, ‘Sungguh kamu tidak akan dianiaya’. Kemudian diletakkanlah gulungan-gulungan tersebut pada satu daun timbangan dan kartu itu pada daun timbangan yang lain. Maka gulungan-gulungan (dosa) tersebut terangkat dan kartu (laa ilaha illallah) lebih berat. Demikianlah, tidak ada satupun yang lebih berat dari sesuatu yang padanya terdapat nama Allah.” (HR. Tirmidzi)

3. Mendapat Musibah

Allah swt begitu pemurah. Ia menyediakan ampunan bagi manusia yang meminta, Ia juga menghadiahkan ampunan bagi muslim yang beramal sholeh, dan Ia juga menyediakan ampunan pada musibah yang diderita umat-Nya.

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya.” (HR Bukhari Muslim)

Ia Azza wa Jalla sudah tegaskan, bahwa manusia memiliki andil atas hadirnya musibah yang melanda dirinya sendiri.

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An-Nisa: 79).

Dan musibah yang terjadi itu agar manusia menghadap kepada-Nya dengan dosa yang minim.

“Seorang diuji terus-menerus hingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa” (HR. Bukhari)

Ada banyak pintu untuk mendapat ampunan-Nya. Akan sangat menyesal kita di akhirat kelak bila menemukan banyak dosa yang tidak terampuni.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *