Kartu Masuk Surga

By on Nov 6, 2014
syahadat

Mungkin sekedar gurauan yang keluar dari lisan Effendi Simbolon, anggota DPR dari Fraksi PDIP, tentang usulan kartu masuk surga. Saat itu beliau sedang menjawab pertanyaan wartawan soal program Presiden RI terpilih, Joko Widodo, yaitu Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera.

Berikut ini pernyataan beliau seperti yang dikutip oleh rmol.co: “Saya sependapat perlu ada KIS, KIP, dan hal yang similar dengan kartu-kartu itu. Bahkan ada yang bilang sekalian saja bikin juga kartu Indonesia kaya, kartu Indonesia senang, kartu Indonesia anti galau. Ini serius! Siapa tahu dengan kartu saja kita bisa tidak galau, jadi senang dan kaya. Dan kartu yang terakhir katanya semua ingin kartu Indonesia masuk surga,” tandasnya diikuti tawa.

Tentu mustahil bila Presiden RI bisa menerbitkan sebuah kartu yang menjamin warganya masuk surga. Tetapi, Rasulullah saw pernah menceritakan tentang kartu yang membuat seseorang masuk surga. Ya, sebuah kartu menyelamatkan seseorang dari api neraka!

Hadits tersebut berbunyi seperti berikut:

“Sungguh Allah akan membebaskan seseorang dari umatku di hadapan seluruh manusia pada hari kiamat. Ketika itu dibentangkan 99 gulungan (dosa) miliknya. Setiap gulungan dosa panjangnya sejauh mata memandang. Kemudian Allah berfirman, ‘Apakah ada yang engkau ingkari dari semua catatan ini, apakah (para) malaikat pencatat amal telah menganiayamu?’ Dia menjawab, ‘Tidak, wahai Rabbku’. Allah bertanya, ‘Apakah engkau memiliki udzur (alasan)?’ Dia menjawab, ‘Tidak wahai Rabbku’. Allah berfirman, ‘Bahkan sesungguhnya engkau memiliki satu kebaikan di sisi-Ku dan sungguh pada hari ini engkau tidak akan dianiaya sedikit pun’. Kemudian dikeluarkanlah sebuah bithaqah (kartu) bertuliskan ‘asyhadu an laa ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh’. Lalu Allah berfirman, ‘Datangkan timbanganmu’. Dia berkata, ‘Wahai Rabbku, apalah artinya kartu ini dibandingkan seluruh gulungan (dosa) itu?’ Allah berfirman, ‘Sungguh kamu tidak akan dianiaya’. Kemudian diletakkanlah gulungan-gulungan tersebut pada satu daun timbangan dan kartu itu pada daun timbangan yang lain. Maka gulungan-gulungan (dosa) tersebut terangkat dan kartu (laa ilaha illallah) lebih berat. Demikianlah, tidak ada satupun yang lebih berat dari sesuatu yang padanya terdapat nama Allah.” (HR. Tirmidzi)

Hadits ini diriwayatkan Imam Ahmad (2/213), At-Tirmidzi (2639) dan beliau menghasankannya, Ibnu Majah (4300), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (1/529) berkata beliau: “Sanadnya shahih dengan syarat Muslim” dan disetujui Adz-Dzahabi, dan dishahihkan oleh Al-Albani (135) dan juga oleh Al-Hafidz Hamzah Al-Kinani (Juzul Bithaqah)

Syahadat adalah kartu truf yang menjadi andalan seorang mukmin di akhirat. Setiap fakir amal sholeh akan tertolong dengan adanya kartu ini.

Selaku orang awam, sangat mudah kita melakukan dosa kepada Allah swt di setiap waktu dan keadaan. Entah telah berapa besar gulungan dosa yang kita miliki. Tetapi untuk mendapatkan kartu masuk surga itu, belum jelas kepastiannya. Karena syahadat membutuhkan bukti. Para ulama menjelaskan, syahadat itu harus dibenarkan oleh hati, diikrarkan oleh lisan, dan dibuktikan dengan perbuatan.

Mengucapkan dengan lisan tentu sangat mudah. Tapi bagaimana dengan hati ini, apakah masih ada sebuah celah keraguan? Atau bagaimana dengan perbuatan, apakah ia sudah mencerminkan orang yang menyatakan bahwa hanya Allah lah orientasi tertinggi dalam hidup? Apakah hati, lisan, dan perbuatan kita sudah pantas untuk diberikan Kartu Masuk Surga oleh Allah swt?

Pemberian Kartu Masuk Surga ini adalah hak perogratif Allah swt. Tak ada campur tangan manusia. Oleh karena itu, rayulah Allah swt dengan doa dan amal sholih, agar Allah swt memberatkan timbangan kita dengan kartu syahadat itu.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *