Hati Hati, Perampokan Bermodus Taksi Palsu

By on Dec 3, 2014
perampokan taksi

Perampokan di atas taksi kembali terulang. Beruntun terjadi di Jakarta, perampokan di atas taksi berwarna putih ini pertama kali dialami oleh RW di Kuningan, dan peristiwa kedua menimpa CP di kawasan SCBD.

Rupanya taksi yang menyerupai Taksi Express Group ini adalah taksi palsu. Pelaku perampokan meniru warna putih yang merupakan ciri khas Express Group.

Seperti dikutip oleh detikcom, General Manager Operational Express Group Sutiarto, Rabu (3/12/22014) menuturkan, laporan dari korban perampokan salah satu unit taksi berwarna putih yang merampok bernomor pintu DP 8015.

Setelah polisi melakukan penyelidikan dengan memanggil unit taksi Express dan dipertemukan dengan korban, ternyata terdapat perbedaan signifikan antara ciri-ciri pengemudi dan bentuk fisik unit Taksi yang dimaksud oleh korban.

“Data tersebut sejalan juga dengan catatan perjalanan unit taksi tersebut yang didapatkan dari sistem yang terpasang di unit tersebut. Dari data sistem diperoleh informasi bahwa unit taksi Express dengan nomor pintu tersebut tidak beredar di rute yang ditempuh korban. Dugaan sementara terdapat tindakan kriminalitas yang menyalahgunakan unit taksi berwarna putih yang mirip dengan armada Taksi Express,” jelas Sutiarto.

Selain itu, modus pelaku yang muncul dari bagasi juga dimentahkan Express Group. Unit taksi mereka dipasang besi paten dan disegel. Jadi tak mungkin pelaku muncul dari dalam bagasi.

“Saat ini kami bersama Kepolisian sedang mengumpulkan fakta dan data terkait kasus ini. Kami juga sudah menghubungi pihak korban untuk memastikan kronologis kejadian untuk memastikan peristiwa yang sebenarnya, karena insiden semacam ini sangat merugikan reputasi kami,” ungkap Sutiarto.

Perampokan ini rawan terjadi lagi. Selama pelakunya belum tertangkap, masih ada kemungkinan pelaku akan menyamarkan kendaraannya menjadi armada taksi lainnya.

Kronologi Perampokan Pertama

Salah seorang korban, RW, menuturkan kronologis terjadinya perampokan – seperti yang ditulis oleh detikcom – berikut.

“Aku naik dari kawasan Mega Kuningan, itu Jumat (28/11) pukul 23.00 WIB. Aku naik taksi warna putih (korban menyebut sebuah merek-red), itu biasa aku pakai taksinya,” jelas RW, Senin (1/12/2014).

Modus yang dipakai komplotan sopir taksi perampok ini juga sama dengan pelaku perampokan lainnya. Saat RW duduk di kursi belakng, tiba-tiba sandaran kursi menekuk dan muncul seseorang dari arah bagasi.

“Tiba-tiba senderan kursinya nekuk dan keluar orang. Reflek aku langsung teriak. Dia ngerogoh kantung kaya mau ngeluarin pisau, tapi dia nggak ngeluarian cuma bilang ‘siniin hand phone lo’. Dia juga minta uang, tapi aku juga nggak bawa dompet, uang cash aku cuma Rp 80 ribu. Dia minta ATM, terus taksinya berhenti di deket Mall Ambasador. Masuk lagi satu orang, dia duduk di depan. Dia ngambil tas aku dan ngerogoh-rogoh. Aku sempet dijambak, mau ngancem bunuh kalau teriak,” jelas RW.

Taksi itu sempat berhenti di perjalanan selama berputar-putar meneror korban. Seorang rekan mereka diangkut. Korban dikerubuti tiga pelaku.

“Si sopirnya sempet nanya-nanya jalan yang nggak banyak polisinya ke dua orang temennya itu. Mobilnya jalan ke arah jalan-jalan kecil di kuningan. Terus taksinya berhenti di daerah Guru Mugeni, masih daerah kuningan juga. Yang duduk di depan keluar ngambil ATM, aku dibawa muter-muter dulu terus jemput lagi temannya. Dia ngasih struk pengambilan ATM-nya ke aku. Dia ngambil 1 juta dan aku disisain Rp 300 ribu,” jelas RW.

Setelah mengambil uang dan 2 HP yakni BB dan iPhone, pelaku menurunkan korban di kawasan Cikini, Jakpus. Korban diturunkan di dekat komplek perumahan yang sepi.

“Si sopir nanya dituruninnya di mana sama dua temennya itu, terus mereka bilang dekat-dekat rumahnya saja di Cikini. Itu kaya komplek gitu, jadi sepi banget. Tapi untung ada satpam, aku pinjam telepon sama satpamnya dan nelepon orang rumah, terus dijemput sama om di sana. Pas nurunin aku, perampoknya ngancem kalo aku teriak, aku bakal ditembak karena mereka udah ngeluarin pistol. Mereka juga bilang udah empat kali masuk penjara,” tutup RW menceritakan kisah pilunya.

Kronologi Perampokan Kedua

Perampokan kedua modusnya mirip dengan perampokan pertama. Menggunakan taksi palsu, pelaku muncul dari balik bagasi. Laman sindo menulis kronologisnya seperti berikut:

Senin (1/12) malam sekitar pukul 19.30 WIB, karyawati berinisial RP, 30, menjadi korban perampokan di dalam taksi berwarna putih di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Peristiwa itu bermula saat RP yang tinggal di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat menyetop taksi di kawasan SCBD. Setelah korban berada di dalam taksi tiba-tiba muncul seorang pelaku dari dalam bagasi. Korban kemudian dianiaya dan dicekik sambil diancam agar tidak berteriak.

”Pelaku berkomplot dengan sopirnya karena saat kejadian korban melihat sopir taksi menghubungi teman lain,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto. Tidak lama kemudian pelaku lain yang menunggu di pinggir jalan masuk ke dalam taksi. Total ada tiga pelaku saat itu, termasuk sopir.

Para pelaku kemudian menguras harta benda korban yang berada di dalam tasnya seperti iPhone 5S, laptop, kartu ATM, dan kalung emas. Selanjutnya para pelaku menguras isi ATM korban di minimarket di Jalan Ciniru, Jakarta Selatan. Setelah berhasil menguras harta korban, pelaku menurunkan RP di Jalan Daksa, Senopati, Jakarta Selatan. Korban selanjutnya melaporkan peristiwa itu ke Polda Metro Jaya.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *