Mengenal Jenis Atap Untuk Bangunan

By on Dec 4, 2014
atap rumah

Bahan apa yang Anda pilih untuk atap rumah Anda? Tentu saja yang diinginkan adalah yang paling aman melindungi rumah Anda dari hujan dan panas. Yang tidak mudah bocor, dan tidak membuat ruangan menjadi panas.

Memilih atap tentu harus disesuaikan dengan bangunannya. Untuk bangunan seperti saung, tak harus ideal gunakan genteng yang mahal, bahkan beratap ijuk pun sudah mencukupi karena tujuannya adalah estetika. Atau bangunan seperti musholla yang terpisah dari ruang utama rumah, cukup memadai bila diberi atap asbes yang murah.

Berikut ini jenis-jenis atap, kelebihan dan kekurangannya.

Atap Ijuk / Alang-alang / Rumbia

Adalah atap yang terbuat dari bahan alami. Atap ijuk dibuat dari serabut palem aren. Atap ijuk dengan kualitas yang baik bisa mencapai umur hingga 30 tahun. Atap alang-alang berasal dari berdaun tajam yang dikeringkan. Biasanya, semakin tua umurnya, semakin bagus kualitasnya. Atap Rumbia terbuat dari helai daun rumbia yang dirangkaikan hingga berbentuk sisir lalu diikat pada sebatang tongkat atau bambu yang berfungsi sebagai reng setiap 20 cm. Atap rumbia hanya memiliki daya tahan sekitar 3-4 tahun.

Atap-atap ini punya nilai estetika, dan bobotnya ringan. Biasanya digunakan untuk bangunan seperti gazebo. Daya tahannya tidak lama, dan saat hujan kadang air suka merembes di sela-sela dedaunan.

Atap Asbes

Asbes dipilih karena pemasangannya mudah dan bobotnya ringan. Tetapi ada pendapat yang mengatakan asbes tidak baik untuk kesehatan. Karena partikelnya mudah lepas dan berterbangan, dan berbahaya bila terhirup lalu melekat di paru-paru.

Asbes terbuat dari asbes/asbestos yakni suatu bijih mineral alami yang diolah sedemikian rupa dan menjadi suatu bahan bangunan yang siap untuk digunakan. Atap asbes sendiri terbuat dari susunan berbagai serat asbes yang sangat halus dan kasat mata dengan berat yang sangat ringan.

Atap Seng

Atap seng juga punya kelebihan kemudahan dalam memasang. Tidak seperti asbes, seng terbuat dari logam yang partikelnya tidak mudah lepas. Sehingga seng relatif lebih aman untuk kesehatan. Hanya saja, atap seng dikeluhkan karena penghantar panas yang baik. Suhu di ruangan menjadi agak panas bila menggunakan atap seng. Saat hujan turun, bunyi air yang menimpa atap seng menimbulkan suara yang berisik.

Atap Genteng

Atap jenis ini lebih mahal dan lebih susah pemasangannya dibanding atap seng dan asbes. Tetapi kelebihannya atap seng lebih sejuk karena memiliki pori-pori untuk udara masuk. Dan partikelnya tidak mudah terbang ketika hujan atau ada angin kencang.

Atap ini yang menjadi pilihan di rumah-rumah. Terdapat banyak jenis genteng tanah liat.

Karena harganya yang mahal, tentu tidak semua bangunan perlu dipasang atap genting. Bila ada gudang yang terpisah dari bangunan rumah, tak perlu menggunakan genteng, cukup dipasang asbes atau seng. Begitu juga kalau kita membuat bangunan musholla yang terpisah dari bangunan utama rumah, atau gazebo, tak harus menggunakan genteng yang mahal.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *