Kalau Diri Diibaratkan Sebuah Botol

By on Jan 9, 2015
botol

Apapun bisa dijadikan cermin untuk refleksi diri dan merenung untuk mengambil hikmah. Alam semesta, hewan dan tumbuhan, hingga sebuah botol.

Maka mari sempatkan diri untuk menengok sebuah botol, dan renungkan apa yang bisa diambil pelajaran dari benda itu.

Botol yang kosong hampir tak ada harga. Hanya menghabiskan sedikit rupiah untuk memproduksi satu buah botol. Bila botol itu bekas, ia tersisihkan di tempat sampah, atau tempat daur ulang.

Botol yang terisi air mineral akan dihargai sekitar tiga ribu rupiah. Memang tergantung berapa volumenya dan apa merknya. Tapi tak terlalu jauh selisih beda harganya.

Botol yang terisi jus buah harganya beraneka, bisa mencapai 10 ribu rupiah. Tergantung buahnya, makin mahal dan langka buahnya tentu makin mahal harganya.

Botol yang terisi madu bisa berharga puluhan ribu rupiah. Apalagi bila madu import semisal dari Yaman, bisa tembus di atas seratus ribu rupiah.

Botol yang berisi parfum bisa berharga jutaan rupiah. Semakin terkenal parfum itu semakin mahal harga botolnya.

Botol yang diisi air comberan yang berbau busuk tak akan ada yang mau memberinya harga, apalagi membeli. Botol itu hanya menjadi sampah.

Lalu bila diri kita diibaratkan sebuah botol, cairan apa yang akan kita isi?

Pada dasarnya manusia sama di hadapan Tuhan. Tapi ketaqwaan lah yang menjadi pembeda. Bila diri kita ibarat sebuah botol, maka cairan ketaqwaan lah yang menjadikannya begitu berharga, begitu mahal di hadapan Tuhan.

Isilah diri kita dengan iman dan taqwa, dengan kepatuhan yang membuat Tuhan memilih kita sebagia penghuni surga-Nya.

Digubah dari broadcast message di sebuah grup whatsapp

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *