Menakar Jarak Aman Antar Kendaraan

By on Jan 5, 2015
jarak aman

Pernah menyaksikan tabrakan beruntun atau tabrakan karambol? Faktor penyebab utama kecelakaan itu terjadi adalah karena kurangnya pengendara memperhatikan jarak aman. Kadang kala saat ada kendaraan yang ditabrak dari belakang, biasanya yang di salahkan adalah pengendara di depan karena melakukan rem mendadak. Padahal berhenti mendadak sangat mungkin terjadi di jalanan – entah karena ada yang menyeberang tiba-tiba, ada hewan, ada lubang, polisi tidur, dll – karena itu pengendara di belakang dituntut selalu sigap mengantisipasi hal tersebut.

Salah satu cara mengantisipasi peristiwa ini adalah dengan menjaga jarak aman antar kendaraan. Artinya, kendaraan yang Anda bawa harus memiliki jarak yang cukup aman dengan kendaraan di depan, yang jarak itu bisa menghindari tabrakan bila kendaraan di depan berhenti mendadak dan Anda pun harus ikut berhenti tiba-tiba. Karena kendaraan memerlukan waktu dan space hingga benar-benar berhenti.

Pada banyak referensi, dikatakan jarak aman antar kendaraan saat melaju adalah 3 detik. Dengan asumsi, reaksi manusia biasanya membutuhkan waktu 1,5 – 2 detik, ditambah reaksi mekanis mobil saat pengereman 0,5 – 1 detik.

Bila menggunakan patokan ini, maka dalam kecepatan 100 km/jam yang setara dengan 27 m/detik itu membutuhkan jarak 81 meter untuk berhenti.

Referensi lain, Departemen Perhubungan memperkenalkan cara mudah untuk mengukur jarak aman, dengan perhitungan jarak yang berbanding lurus dengan kecepatan mobil. Sebagai contoh, mobil melaju dengan kecepatan 60 km/jam berarti memiliki jarak aman 60 m. Begitu pula ketika berada di 100 km/jam, otomatis idealnya 100 m.

Cara menghitungnya tiga detik ini cukup mudah. Pertama, kecepatan kendaraan Anda dengan yang di depan harus sama. Lalu, ambil patokan sebuah benda statis di pinggir jalan misal tiang listrik, pohon, rambu jalan, papan reklame, dll. Perhatikan saat kendaraan di depan tepat melewati patokan itu, lalu mulailah berhitung “mulai… satu… dua… tiga”, tanpa mengurangi kecepatan. Usahakan hitungan Anda mendekati hitungan detik yang sebenarnya. Lalu lihat, apakah sebelum hitungan ke-tiga Anda sudah melewati patokan tersebut? Kalau ya, berarti Anda masih dianggap terlalu dekat dengan kendaraan di depan.

Bila semua kendaraan mematuhi kaidah ini, insya Allah kecelakaan beruntun bisa dihindari.

Hanya saja, ada hal yang menjengkelkan saat mematuhi kaidah ini. Kadang ada pengemudi lain yang kesadarannya kurang yang mencoba menyisipi kendaraan Anda dengan kendaraan di depan. Akibatnya, Anda harus mengatur kembali jarak aman dengan kendaraan yang menyalip Anda. Atau, kendaraan di belakang yang kurang patuh dengan kaidah ini. Kalau ada kendaraan yang terlalu mepet di belakang, usahakan jarak aman diperbesar agar Anda bisa tidak terlalu mendadak untuk berhenti. Atau, biarkan kendaraan di belakang lewat duluan.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *