Pecinta Travelling Tak Lagi Bisa Nikmati Tiket Pesawat Murah

By on Jan 7, 2015
naik pesawat

Saat hasrat ingin mengunjungi suatu daerah terhadang oleh saldo tabungan, mungkin Low Cost Carrier (LCC) atau maskapai berbiaya murah bisa menjadi solusi. Dengan tiket pesawat yang dijual murah, para back packer dan pecinta travelling bisa menjalankan hobinya berpetualang mengunjungi tempat-tempat wisata.

Tapi sayangnya sebentar lagi kemudahan itu akan terhapus oleh niatan Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan yang akan mengeluarkan peraturan tentang pengaturan tarif batas bawah untuk LCC. Peraturan yang rencana segera terbit tersebut mengatur tarif batas bawah sebesar 40% dari patokan tarif batas atas.

Dengan hal tersebut, maka tak ada lagi tiket pesawat yang ditawarkan atau dijual dengan harga yang sangat murah.

Adalah Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M. Djuraid yang menyampaikan hal ini di Kemenhub, Jakarta, Selasa (6/1/2015).

“Nggak ada lagi ke depan tawaran tiket murah seperti Rp 50.000. Batas bawah ditetapkan 40%. Suratnya sendiri masih tunggu pengesahan Menkumham,” jelasnya.

Alasan pemerintah bertindak demikian yaitu terkait dengan keselamatan. Kebijakan tersebut diharapkan membuat maskapai lebih peduli terhadap aspek keselamatan penumpangnya.

“Tujuannya adalah kewajaran harga tiket tersebut bisa mempertahankan unsur keselamatan dengan baik,” kata Jonan di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (6/1/2015).

Selama ini maskapai yang sering menjual tiket murah adalah  PT Lion Mentari Airlines, PT Wings Abadi, PT Indonesia AirAsia, dan PT Citilink Indonesia.

Niatan ini mendapat protes dari netizen yang beranggapan tak ada hubungannya antara tiket murah dengan keselamatan. Masalah keselamatan adalah urusan peraturan. Harusnya pemerintah memulai dari meninjau peraturan yang berlaku, bukan malah mengurusi harga tiket, begitu rata-rata komentar netizen di jejaring sosial.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *