Terkait Isu Begal, Mulai Beredar Pesan Bohong Menakuti Warga

By on Jan 28, 2015
baca pesan

Di tengah kehebohan aksi pembegalan motor di Depok, ada saja orang iseng yang membuat suasana semakin mencekam. Dengan mengirimkan pesan berantai yang berisi informasi palsu, pihak yang tak bertanggungjawab itu menakut-nakuti warga dengan isu bohong.

Ada dua pesan (broadcast message) yang beredar.

Yang pertama berisi info terjadinya pembegalan di sebuah daerah di Depok. Lucunya, daerah yang disebutkan adalah wilayah yang padat. Apalagi pada pukul 19.00, seperti isi dalam pesan berantai itu. Berikut ini pesan yang beredar:

“Info Polres Depok, baru saja aterjadi lagi pembegalan kendaraan bermotor pada pukul 19.00 WIB. Terjadi di Depok Timur, Merdeka Raya samping MIE KANGEN. Korban laki-laki. Mengalami luka bacok di leher hampir putus. Korban mati di tempat lalu kendaraan bermotor berhasil dibawa kabur pelaku (F 7823 SMP). Bila menemukan kendaraan berplat ini hubungi nomer ini (089601750673) termikasih, tolong sebarkan ke yang lain. WASPADA.”

Pesan ini dibantah oleh Kapolresta Depok Komisaris Besar Ahmad Subarkah. Beliau menegaskan bahwa itu adalah bohong.

“Saya tegaskan bahwa tidak benar. Kasus terakhir di depan kampus BSI Jalan Margonda, Minggu, 25 Januari 2015. Kemarin saya juga menerima pesan itu dan sudah dilakukan pengecekan, tidak ada,” kata Subarkah seperti dikutip depoklik, Rabu (28/1).

Ia berharap agar warga khususnya yang tinggal di wilayah Depok tidak mudah percaya dan terpancing dengan isu atau kabar yang tidak dapat dipastikan kebenarannya itu.

“Ini hanya akan memperkeruh keadaan. Jangan panik dan jangan mudah percaya. Kami senantiasa akan terus melakukan pengawasan. Razia dan patroli kian gencar kami lakukan, jadi tidak usah panik,” katanya.

Pesan kedua, berisi himbauan agar pengendara motor menghindari “daerah tengkorak”, yaitu daerah yang rawan perampokan jalanan (begal) pada malam hari.

Polisi malah mencurigai pesan itu berasal dari para pelaku sendiri.

“Karena mereka jadi kesulitan dalam beraksi, mereka menyebarkan imbauan agar warga lewat jalan lain. Nanti, warga yang lewat di jalan lain itu yang jadi sasaran baru mereka,” kata Kepala Urusan Sub Bagian Humas Polres Kota Depok Ipda Bagus Suwandi seperti dikutip Kompas, Selasa (27/1/2015).

“Warga tidak perlu takut karena polisi sudah menyebarkan anggota, baik yang berpakaian dinas maupun pakaian biasa, di dua lokasi itu, ditambah beberapa lokasi lainnya yang kami nilai rawan,” ucap dia.

Dua peristiwa pembegalan di Depok telah menjadi pembicaraan warga karena semua korban dibunuh dengan cara sadis. Yang pertama terjadi di jalan Juanda, beberapa minggu lalu. Sedangkan peristiwa terakhir terjadi di depan kampus BSI, jalan Margonda.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *