Ini Suara Muslimah Indonesia Untuk World Hijab Day

By on Feb 2, 2015
hijab day

Pada 1 Februari 2013 lalu, Nazma Khan seorang muslimah Amerika Serikat mencetuskan World Hijab Day atau Hari Jilbab Sedunia melalui akun social medianya. Idenya ini disambut oleh ratusan ribu wanita baik muslimah maupun non muslim yang ikut bersimpati atas keadaan para muslimah. Hingga tahun ke-tiga World Hijab Day, puluhan juta umat manusia berpartisipasi menyambut peringatan ini.

Di tanah air, para hijaber (sebutan untuk muslimah yang mengenakan jilbab) pun menyambut semarak hari yang tercetus karena diskriminasi terhadap pengguna jilbab ini. Mereka ikut merasakan solidaritas atas diskriminasi terhadap hijaber di negara lain, terutama negara di mana muslim menjadi minoritas.

Adine Ningsih seorang hijaber yang bekerja sebagai tenaga medis, menyampaikan pandangannya tentang World Hijab Day kepada kru muslimpolitan. Ia bersyukur dengan adanya World Hijab Day atau Hari Hijab Sedunia ini. Menandakan adanya apresiasi bagi muslimah berhijab, meskipun apresiasi sesungguhnya datangnya dari Allah bukan dari manusia.

“Adanya World Hijab Day berarti¬† adanya pengakuan kebebabasan bagi muslimah di seluruh dunia untuk menggunakan hijab sebagai salah satu hak dasar manusia yaitu kebebasan beragama, karena masih banyak muslimah yang sulit untuk berhijab ditempat-tempat publik seperti di kantor atau di sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan hijab sendiri semakin marak di seluruh dunia, khususnya di negeri-negeri muslim. Ini sebagai tanda bahwa pemahaman muslimah tentang kewajiban menutup aurat semakin tinggi, meskipun ada pula mereka yang berhijab karena mengikuti fashion,  menutupi kekurangan yang ada dalam dirinya atau alasan lainnya. Apapun alasan mereka, fenomena jilbab ini harus disyukuri, karena berdampak pada peningkatan industri fashion muslim, yang dapat meningkatkan perekonomian umat.

“Namun hal yang terpenting dari semua ini adalah adanya rasa kebanggaan dan kesatuan sebagai seorang muslim di bawah nauangan hijab. Jangan memandang seseorang karena hijab yang dikenakannya, jilbab syar’i, jilbab modern atau istilah lainnya. Tapi kuatkanlah tali ukhuwah dengan saling menghormati sebagai sesama muslimah, seraya terus memperbaiki diri dengan nilai-nilai Islam,” pungkasnya.

Senada dengan Ningsih, Eva Nafisyah seorang PNS di instansi LIPI mengemukakan apresiasinya atas Hari Jilbab Sedunia ini.

“Bagus, biar memotivasi perempuan yang belum berhijab agar mau berhijab. Mengingatkan bagaimana dulu berjilbab itu susah gak semudah sekarang, apalagi sekarang jilbab udah jadi trend. Tapi kalo bisa trend jilbab itu tidak menghilangkan jilbab seperti aslinya yaitu jilbab harus panjang menutupi dada,” terangnya.

Ia menyayangkan banyak hijab yang sekedar mengikuti trend sehingga sampai menghilangkan nilai syar’inya. Ia berharap, World Hijab Day ini semakin mempermudah perempuan untuk berhijab baik yang bekerja di pemerintahan ataupun swasta.

Perjuangan mengenakan hijab bagi seorang muslimah memang tak ringan, sekalipun di negeri muslim seperti di Indonesia. Sekalipun sekarang kebabasan mengenakan hijab sudah amat dirasakan, terutama sejak bergulirnya reformasi, namun ada saja perkataan sumbang yang mempertanyakan pentingnya berhijab. Ada yang menilai hijab hati lebih utama daripada sekedar hijab fisik yang simbolik.

Atas tudingan ini, Ayu Novita, seorang guru yang tinggal di daerah Jakarta bersuara memberi jawaban. “Hijab fisik (memakai jilbab) dan hijab hati (menjaga hati utk ttp bersih) bukan sesuatu yg harus dipertentangkan. Keduanya harus ada, saling mengisi dan melengkapi,” terangnya.

Bagaimana pun juga, hijab adalah kebanggaan bagi muslimah.

Ema Yunis, seorang guru yang juga tinggal di bilangan Jakarta menulis di akun social medianya:

hijab adalah identitas kami
hijab adalah kepribadian kami
hijab adalah kami..

#world hijab day

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *