Menghafal Quran Di Tengah Kesibukan

By on Feb 1, 2015
menghafal quran

“Tapi aku sibuk…”

Punya kesadaran untuk membaca Qur’an bahkan menghafalnya adalah sebuah nikmat dari Allah swt. Nikmat yang berlaku di dunia dan akhirat. Nikmat di dunia, karena Al-Qur’an menjadi obat dan menghadirkan jawaban segala kegundahan hati. Nikmat di akhirat, karena tingkatan surga ditentukan oleh bacaan dan hafalan kita.

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Yunus: 57)

“Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) Al Qur’an nanti : ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilnya. Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).” (HR. Abu Daud & Tarmidzi)

Sayangnya, kesadaran itu bisa terhalang oleh kata “tapi.” Seperti ungkapan di atas, “tapi aku sibuk.”

Salah sekali kalau Anda menyangka bahwa orang-orang yang telah hafal Qur’an itu tidak memiliki kesibukan lain selain menghafal Qur’an. Atau menyangka kesibukan Anda lebih padat dari orang-orang yang berhasil menghafal Qur’an itu. Salah. Begitu banyak orang yang sukses menghafal Qur’an menerobos kesibukan mereka yang begitu berat. Mereka penghafal Qur’an itu juga perlu nafkah untuk kehidupan, perlu menuntut ilmu, punya keluarga yang harus diurusi, dll. Ya, mungkin perbedaannya mereka tak punya aplikasi game di gadget yang tiap bentar harus ditengoki.

Karena itu, menjadi tantangan bagi orang kantoran atau para pebisnis untuk hadir dalam barisan penghafal Qur’an menyertai orang-orang yang sibuk itu.

1. Kemauan Yang Kuat

Kesadaran yang sebatas “cukup tau” tidak akan pernah bisa mengantarkan kepada kesuksesan menghafal Qur’an. Tapi bagaimana caranya membangkitkan kemauan yang kuat? Lagi-lagi kembali pada diri kita. Karena urusan kemauan itu adalah urusan internal.

Memang harus ada alasan yang kuat untuk mendorong kita gigih menghafal Qur’an. Kalau surga dan ridho-Nya menjadi alasan, maka rajin-rajinlah membaca dan menghayati kehidupan di surga kelak. Dan kalau cinta-Nya yang menjadi alasan, maka “lahaplah” surat cinta itu dengan penuh gairah. Dan coba perhatikan bagaimana kehidupan Anda, bagaimana Allah memudahkan Anda mendapat kerja dan mendaki karir saat ini, bagaimana Allah memudahkan Anda mengurus bisnis, jadikanlah itu alasan untuk berterimakasih kepada Allah dengan cara menghafal Qur’an.

2. Manfaatkan Sarana Audio

Apa yang biasa Anda dengar dari earphone yang Anda pasang? Percayalah, di surga kelak Anda masih punya kesempatan mendengar lagu yang hits di dunia. Tetapi kesempatan menghafal Qur’an untuk mengantar Anda ke surga, hanyalah di dunia ini. Jadi, ini cuma soal giliran, selama di dunia biasakanlah Anda mendengar lantunan bacaan murotal Qur’an oleh para imam terkenal seperti As-Sudais, Al-Mathrud, Sa’ad Al-Ghomidy, Mishary Rashid Elfasy, hingga suara Muhammad Thoha Al-Junayd yang merdu.

Dengan mendengar bacaan yang berulang-ulang, bisa membantu menguatkan hafalan, mengoreksi hafalan, atau memudahkan saat kita mulai menghafal surat itu. Mulai sekarang, ganti folder MP3 Anda dengan suara para imam penghafal Qur’an.

3. Target Yang Realistis

Ya, realistis saja! Anda tidak berada di sebuah pesantren, dikarantina seharian di sebuah pondok untuk menghafal Qur’an satu lembar hingga satu juz sehari. Karena itu targetkan saja Anda menghafal satu-tiga ayat sehari, atau satu baris sehari. Yang sedikit itu Anda hafalkan di tengah kesibukan. Biar sedikit, yang penting menghujam di hati.

4. Gunakan Gadget Anda

Saat ini kemudahan teknologi membuat Al-Qur’an bisa diinstall di gadget. Itu adalah nikmat dari Allah swt untuk manusia zaman ini. Karena itu pilihlah aplikasi yang Anda rasa cocok buat menghafal.

Selain untuk menghafal, gadget Anda juga bisa digunakan untuk memeriksa hafalan. Rekam hafalan Anda, lalu putar kembali sembari melihat mushaf. Beri catatan untuk bacaan yang masih salah, dan perbaiki.

5. Mencuri Waktu

Sebagaimana gamers yang gandrung dengan game di gadgetnya, maka Anda pun harus bisa mencuri-curi waktu untuk menghafal Qur’an. Anda bersaing dengan gamers itu mencuri waktu mengintip gadget. Bedanya, mereka mellihat game, Anda melihat mushaf.

6. Gunakan Hafalan Anda Untuk Membaca Surat Pendek Saat Sholat Sunnah, Seperti Sholat Tahajud, Dhuha, Rawatib, dll.

7. Perbaiki Bacaan Qur’an Anda

Bila Anda mendaftar ke sebuah lembaga tahfizh, Anda tidak bisa langsung menghafal Qur’an sebelum ustadz yang mengajar memastikan baiknya bacaan Qur’an Anda. Karena sayang sekali bila hafalan Anda banyak namun masih banyak kesalahan dalam membaca Qur’an. Seperti bacaan anak TK/SD yang hafal bunyi tapi tidak tepat pembacaannya. Karena itu kunjungilah cari dan ikutilah program tahsin (memperbaiki bacaan Qur’an). Bisa juga Anda minta pengurus masjid di dekat rumah untuk mengadakan program itu.

8. Tingkatkan Interaksi Anda Dengan Qur’an

Selain menghafal, tentu Anda dituntut menjadikan tilawah (membaca) Qur’an sebagai amalan yaumi (amalan harian) Anda. Pasang target realistis untuk membaca Qur’an dalam sehari, dari satu halaman hingga satu juz atau lebih. Kunci sukses penghafal Qur’an itu adalah semakin kuat interaksi Anda dengan Qur’an semakin mudah Anda menghafal Qur’an.

9. Doa

Karena doa adalah senjata orang mukmin. Karena Allah Maha Berkehendak, Ia yang menguasai otak Anda. Ia yang mampu membuat Anda hafal atau lupa.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

One Comment

  1. Pingback: Manfaatkan Gawai Untuk Menghafal Alquran - Muslim Politan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *