Empat Ukuran Standard Hidup Layak Menurut Hadits

By on Mar 24, 2015
hidup nyaman

Bila Anda coba menanyakan apa ukuran kebahagiaan atau kesuksesan kepada 100 orang, mungkin Anda akan mendapatkan 100 jawaban yang berbeda. Karena memang tiap orang punya perbedaan yang unik dalam menilai standard kelayakan hidup. Tergantung seleranya.

Tetapi sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (dishahihkan oleh Al-Arna’uth) mengarahkan umat muslim pada empat faktor terwujudnya kebahagiaan. Hadits itu berbunyi:

أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ : الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ وَالْجَارُ الصَّالِحُ وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيء

“Empat faktor kebahagiaan; Wanita (isteri) shalihah, rumah yang lapang, tetangga yang shaleh dan kendaraan yang nyaman.”

1. Wanita Sholihah

Tentu vise versa bagi wanita, memiliki suami yang sholih adalah sebuah kebahagiaan.

Banyak pernikahan yang dibangun atas dasar cinta, dan pelakunya menyangka ia akan bahagia. Sayangnya, kebanyakan rasa cinta tak bertahan lama. Setelah berkeluarga, derasnya problematika bisa mengikis rasa cinta itu. Waktu pun bisa menimbulkan rasa bosan. Tanpa akhlak dan keimanan, pernikahan seperti ini rawan goyah. Tetapi bila kedua belah pihak memiliki akhlak yang mulia, maka masalah internal bisa diselesaikan dengan baik, godaan di luar bisa ditepis, dan karena rahmat-Nya Allah Ar-Rahiim akan memelihara cinta di sanubari dua insan.

Rasa cinta tidak bisa diandalkan untuk survive bertahun-tahun dalam hidup rumah tangga. Tapi kesholehan dan ketaqwaan yang bisa menjadi andalan.

Selain itu, hadits ini juga menyangkal jargon “I’m single and very happy.” Karena naluri manusia tidak bisa diingkari, bahwa manusia butuh pendamping.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. 30:21)

Baca juga: Alternatif Ibadah Saat Haid/Menstruasi

2. Rumah yang Lapang

Rumah adalah markas setiap individu. Manusia bisa berlanglang buana mencari nafkah, tetapi pada akhirnya ia akan kembali pada sebuah bidang bangunan tempat privasinya terjaga.

Di perkotaan, harga tanah yang semakin mahal membuat orang memilih untuk mencari rumah yang minimalis. Namun andai mampu membeli, tentu rumah yang lapang yang dicari orang. Karena dengan lapangnya rumah, semakin memberi kenyamanan dan keleluasaan untuk beraktivitas pribadi.

Pada akhirnya Anda pun harus menyertakan hati yang lapang dalam menikmati rumah sebesar apa pun adanya. Rumah yang besar yang ditempati hati yang sempit, tak akan terasa lapang. Tetapi rumah yang sempit yang ditempati hati yang bersyuku, akan terasa lapang. Apalagi rumah yang lapang dan ditempati oleh hati yang bersyukur.

Baca juga: Mengenal Jenis Kredit Kepemilikan Rumah

3. Tetangga yang Sholeh

Manusia butuh bersosialisasi. Kebutuhannya akan terpenuhi manakala bisa berinteraksi pada komunitas yang baik. Lingkungan yang diisi oleh warga yang baik-baik dan ramah tentu menjadi idaman tiap orang. Punya tetangga yang terbuka, mudah bergaul, enak diajak ngobrol, tak segan membantu, akan membuat hidup menjadi tenteram.

Sebaliknya, memiliki tetangga yang suka komplen urusan yang remeh, akan membuat hati kesal. Atau tetangga yang senang bersaing dalam mengoleksi barang-barang, akan menjebak kita dalam gaya hidup yang boros.

Baca juga: Dua Aktivitas Berkah Di Ruang Tamu: Silaturahim dan Memuliakan Tamu

4. Kendaraan yang Nyaman

Di kota besar memang sedang digalakkan untuk memanfaatkan kendaraan umum. Tetapi masih banyak yang menolak karena naik kendaraan umum itu tidak nyaman. Kenyataannya memang menggunakan kendaraan pribadi lebih nyaman daripada naik kendaraan umum. Bukan sekedar desak-desakannya, tetapi dengan kendaraan umum kita bebas memilih jalur kemanapun yang kita mau. Dengan kendaraan akan lebih mobile dan dinamis. Kendaraan pribadi akan terasa sekali manfaatnya saat rekreasi. Menentukan destinasi wisata tidak akan terkendala oleh jalur angkutan umum.

Baca juga: Pesan Luqman Untuk Pengendara Di Jalan Raya

——–

Like Fanspage Muslimpolitan: http://www.facebook.com/muslimpolitan

Twitter: http://twitter.com/muslimpolitan

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

One Comment

  1. birrul

    Jan 23, 2016 at 08:47

    Alhamdulillah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *