Pemerintah Ubah Ketentuan Perumahan Rakyat

By on Mar 3, 2015
perumahan rakyat

Hasil rapat terbatas yang diadakan oleh Presiden RI Joko Widodo beserta kabinetnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/3/2015) menghasilkan beberapa keputusan untuk program perumahan rakyat. Terdapat beberapa perubahan keputusan yang memudahkan rakyat miskin mengakses program tersebut.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi dalam program kepemimpinannya menargetkan mampu membangun rumah bagi rakyat mencapai 10 juta unit.

Pembangunan 10 juta unit tersebut diawali dengan pembangunan perumahan di tahun ini yang ditargetkan sebanyak satu juta hunian. Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah telah menganggarkan Rp 75,2 triliun.

Beberapa poin berikut merupakan hasil dari rapat kemarin:

1. Penurunan Uang Muka

Pemerintah menurunkan uang muka perumahan rakyat dari tadinya 5 persen menjadi 1 persen saja dari total harga rumah. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono mengatakan, ditambah biaya macam-macam uang muka 5 persen itu menjadi 10 persen. “Makanya kami jadikan 1 persen,” tutur Basuki, usai rapat itu.

2. Tambahan Rp 4 juta untuk uang muka

Selain penurunan persentase uang muka dari total harga rumah, pemerintah juga memutuskan memberikan duit tunai Rp 4 juta untuk menambahi uang muka tadi.

3. Bunga kredit diturunkan

Bunga program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang akan membiayai pembelian perumahan rakyat, juga ikut turun menjadi 5 persen, dari sebelumnya 7,5 persen dari harga rumah.

“Sehingga mudah-mudahan kalau begitu, MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) bisa lebih menjangkau,” ujar Basuki.

4. Gaji Rp 4 Juta per bulan

Pemerintah mensyaratkan hanya mereka yang berpenghasilan Rp 4 juta ke bawah yang bisa mendapatkan fasilitas perumahan rakyat tipe rumah tapak. Sedangkan yang ingin mendapatkan apartemen atau rumah susun dalam program perumahan rakyat harus berpenghasilan Rp 7 juta ke bawah.

5. Sistem pembayaran

Pembayaran perumahan ini bisa dilakukan melalui sistem pembayaran payroll. Tapi bagi yang tak punya akses ke bank, bisa memanfaatkan sistem Kredit Usaha Rakyat (KUR). Basuki mengatakan, dengan terbukanya akses ke KUR akan memperluas jangkauan program perumahan rakyat itu.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *