Tips Negosiasi Gaji, Agar Anda Tak Menyesal dan Merugi

By on Mar 13, 2015
negosiasi gaji

Menjawab tes yang disodorkan pewawancara saat melamar kerja memang hal yang paling mendebarkan. Tapi ada hal yang tak kalah menegangkan bagi pelamar, yaitu saat negosiasi gaji. Sebab, dalam proses penawaran gaji itu juga menentukan apakah Anda diterima atau tidak. Terutama bila angka yang Anda ajukan dinilai di luar budget perusahaan.

Dan Anda pun tentu tidak ingin nilai yang disepakati tidak memuaskan bagi Anda. Karena kalau dipaksakan menerima angka yang dinilai lebih rendah dari seharusnya, akan menjadi beban saat mulai bekerja dan menimbulkan perasaan tidak betah.

Biasanya pelamar akan diminta terlebih dahulu mengisi kolom gaji yang diminta pada biodata yang disodorkan perusahaan. Angka tersebut menjadi salah satu pertimbangan apakah perusahaan akan melanjutkan ke proses berikutnya atau tidak. Kemudian pihak perusahaan akan mengajukan angka yang lebih rendah dari permintaan Anda. Dan di situlah proses negosiasi dimulai.

Karena itu persiapkan diri sebaik mungkin saat akan bernegosiasi gaji dengan pewawancara. Berikut ini tips saat bernegosiasi gaji.

1. Cari Tahu

Anda perlu mencari tahu standard gaji di perusahaan yang Anda lamar, terutama untuk posisi yang dituju. Caranya bisa dengan bertanya pada kenalan yang bekerja di sana. Atau meminta bantuan teman yang punya kenalan yang menjadi karyawan di perusahaan tersebut.

Tidak hanya soal gaji bulanan, tapi juga tanyakan bonus, tanyakan tunjangan kesehatan, tanyakan apakah ada tunjangan untuk parkir kendaraan Anda, dll. Juga tanyakan biasanya berapa persen perusahaan itu mau menaikkan gaji karyawan pindahan.

2. Beri Alasan yang Jelas

Bila Anda menolak dan menginginkan angka yang lebih tinggi dari yang diajukan perusahaan, sertailah alasan yang jelas. Misalnya angka itu tidak jauh berbeda dengan kenaikan gaji Anda beberapa bulan lagi di perusahaan sekarang. Atau perusahaan lain menawarkan angka lebih tinggi.

3. Jangan Buru-Buru Puas

Kalau angka yang diajukan perusahaan Anda nilai cukup memuaskan, jangan buru-buru diterima. Karena siapa tahu perusahaan masih menolerir angka yang lebih tinggi lagi. Coba saja ajukan penawaran lebih, siapa tahu angka itu memang rezeki Anda.

4. Tenang, Santun dan Jangan Ekspresif

Jangan menampakkan ekspresi kecewa atau gembira berlebihan. Ingat, biasanya Anda masih menjalani masa probation (percobaan) saat diterima. Lamanya berbeda tiap perusahaan, bisa 3 bulan, bisa 6 bulan, atau bisa 1 tahun. Sikap Anda saat bernegosiasi gaji menjadi catatan untuk menentukan kelulusan Anda dalam masa probation.

Anda juga harus bersikap tenang dan menguasai diri. Kalau Anda grogi, akibatnya Anda akan rugi sendiri. Mungkin saja tawaran yang diajukan perusahaan menurut Anda terlalu rendah, tetapi karena grogi Anda terima saja tawaran itu. Atau grogi menyebabkan Anda salah paham dengan penjelasan dari pihak perusahaan.

5. Pahami Dengan Detail dan Teliti

Jangan sampai terjadi salah paham yang mengakibatkan Anda kecewa setelah bekerja. Anda harus pahami skema pembayaran gaji Anda saat negosiasi itu. Pahami mana yang termasuk tunjangan, mana yang termasuk gaji pokok, apa saja dan berapa besar potongan penghasilan, dll. Mungkin Anda fokus pada take home pay, padahal tidak ada salahnya bertanya tentang bonus, tentang THR, dan lain-lain. Pahami secara tuntas tunjangan apa saja yang Anda dapatkan. Tak sedikit karyawan yang kecewa dan menjadi tidak betah karena salah paham ketika dijelaskan soal penghasilan saat negosiasi ini.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

One Comment

  1. cara negosiasi ninja

    Feb 6, 2017 at 12:10

    terima kasih min atas artikel nya, sangat membantu sekali untuk yang baru mau bekerja untuk negosiasi gaji dengan pihak management

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *