Menjadi Mukmin yang Maksimal

By on Apr 26, 2015
menara masjid

Beberapa waktu lalu sempat ada iklan produk minuman gencar berkampanye untuk hidup maksimal tanpa kecolongan. Maksimal dalam berbagai bidang: dalam pendidikan, dalam pergaulan, dalam mendidik keluarga, dalam karir, dan berbagai bidang lainnya. Maksimal menjadi mahasiswa, maksimal menjadi teman yang baik, maksimal menjadi ayah atau ibu, maksimal sebagai seorang pekerja.

Kata iklan itu, kuncinya adalah tidak dehidrasi dan kekurangan ion tubuh. Iklan itu memang mempromosikan produk minuman yang mengandung ion.

Bagaimana dengan menjadi mukmin yang maksimal dalam agamanya? Al-Qur’an dalam beberapa ayat di awal sebuah surat menggambarkan kondisi mukmin yang maksimal ini.

Kira-kira apa reward atas prestasi maksimal seorang mukmin? Tentu saja surga!! Ya surga.  Tapi karena terdapat 7 macam surga, maka surga seperti apa kira-kira? Karena yang mendapat reward itu mukmin yang maksimal, tentu tak salah kalau mendapat surga yang maksimum, yaitu surga firdaus.

Rasulullah pernah bersabda, “Apabila kamu meminta surga kepada Allah, maka mintalah surga Firdaus, karena ia surga yang terletak paling tengah dan paling tinggi, dan di atasnya adalah singgasana Tuhan.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam “bab at-Tauhid” pada kitab Shahih-nya; yaitu dalam “bab Dan Singgasana Tuhan Berada di atas Air” (al-Fath, 13:404))

Subhanallah… Firdaus… surga tertinggi… surga maksimal buat mukmin yang maksimal…

Profil mukmin tersebut, seperti apa kira-kira? Rupanya Al-Qur’an telah memberi gambaran untuk profil mukmin yang maksimal. Almu’minuun 1-11 menceritakan profil tersebut.

1.Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,

2. (yaitu) orang yang khusyu’ dalam shalatnya,

3. dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,

4. dan orang yang menunaikan zakat,

5. dan orang yang memelihara kemaluannya,

6. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak terceIa.

7. Tetapi barang siapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

8. dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya,

9. serta orang yang memelihara shalatnya.

10. Mereka itulah orang yang akan mewarisi,

11. (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Allah memulai dengan sebuah pernyataan yang membuat penasaran bagi yang mendengarnya. “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman”. Pernyataan ini akan membuat hati penasaran dan bertanya-tanya: “mengapa beruntung?”, “siapa yang dimaksud dengan orang beriman itu?”

Allah melanjutkan dengan terlebih dahulu memberikan ciri-cirinya.

“(yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,”. Satu profil mukmin yang maksimal!!! Entah berapa banyak buku, ceramah, dan tulisan yang membahas tentang kiat meraih sholat yang khusyu’. Entah berapa banyak ragamnya kiat meraih sholat yang khusyu’. Nyatanya, masih banyak keluhan akan sulitnya mencapai sholat yang maksimal, sholat yang khusyu’. Masih banyak yang merasa tidak puas dengan sholatnya. Ada yang kecolongan dari sholatnya.

Khusyu’ adalah sebuah pencapaian maksimal dalam sholat. Profil Mukmin yang maksimal adalah mukmin yang mampu memaksimalkan sholatnya.

Kemudian Allah melanjutkan, “dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,” Lagi, sebuah profil mukmin yang maksimal dalam memanfaatkan waktu. Tanpa kecolongan dengan adanya perbuatan dan perkataan yang tidak berguna yang mengisi waktunya. Seluruh waktunya hanya terisi hal-hal yang bermanfaat. Maksimal!!! Sekali lagi, inilah ciri mukmin yang maksimal.

Ciri mukmin maksimal yang lain adalah maksimal dalam menunaikan tugas sosialnya. “dan orang-orang yang menunaikan zakat,”. Zakat menyucikan harta yang kita kumpulkan. Mungkin selama ini ada yang salah dalam cara kita mencari nafkah, atau dengan kata lain kita sempat kecolongan dalam pekerjaan sehingga tercederailah hak orang lain, atau terambillah suatu yang bukan hak kita, maka zakat membersihkan itu semua. Maka orang yang menunaikan zakat, dia telah menjadi mukmin yang maksimal dalam mencari nafkah. Hartanya harta yang maksimal suci, dengan disisihkannya kotoran-kotoran melalui zakat.

Ciri selanjutnya ialah, “dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.” Mukmin yang seperti ini adalah mukmin yang maksimal dalam mengendalikan hawa nafsunya. Sering kita mendengar seorang yang besar yang diagung-agungkan masyarakat, pada akhirnya harus jatuh martabatnya oleh sebuah skandal perselingkuhan atau perzinahan. Sayang, kebesarannya memiliki noda, kecolongan yang fatal. Tapi mukmin yang maksimal, yang tak memiliki celah kecolongan atas skandal birahi, itulah profil mukmin maksimal yang patut mendapat reward maksimal.

Ciri mukmin maksimal yang lain adalah mukmin yang mampu menunaikan tugas-tugasnya dengan sempurna. Mukmin yang mampu maksimal tanpa kecolongan, menjaga kepercayaan masyarakat serta mampu menunaikan janjinya dengan maksimal. Itu, baru mukmin maksimal. “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.”

Selanjutnya, seorang mukmin yang maksimal itu selain mampu maksimal dalam sholat yang dilakukannya, juga mampu maksimal menjaga waktu-waktu sholat. Dia tidak sampai kecolongan sehingga sempat meninggalkan sholat. Sholatnya terjaga. Selain maksimal dari segi kualitas seperti ciri pertama, juga maksimal dalam kuantitas. “serta orang yang memelihara shalatnya.”

Itulah beberapa ciri mukmin maksimal yang telah Allah paparkan. Ayat selanjutnya, Allah singkap hal yang membuat seorang mukmin itu beruntung, yaitu karena mukmin maksimal tersebut mendapat reward tertinggi, reward optimum, reward maksimum. “Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.”

About Zico Alviandri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *