One Day No Car Diusulkan Untuk Tekan Kemacetan di Tangerang Selatan

By on Apr 28, 2015
one day no car

Tingginya angka kemacetan di Tangerang Selatan (Tangsel) disebabkan oleh infrastruktur jalan yang kurang terawatt, meningkatnya volume kendaraan, dan perilaku pengemudi yang tak tertib berlalu lintas. Di Tangsel, terdapat tujuh titik kemacetan mulai dari Serpong Utara, Muncul, Ciputat, hingga Pamulang.

Hal ini dikeluhkan oleh Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Ruhamaben saat ditemui di Tangsel, Senin (27/04).

“Penyebab kemacetan di Tangsel diantaranya karena infrastruktur jalan yang kurang baik, meningkatnya volume kendaraan, hingga perilaku pengemudi yang tidak tertib lalu lintas. Hampir sepanjang hari, saya juga merasakan bertambahnya kemacetan di Kota Tangsel,” ujarnya.

Ia pun menawarkan solusi penataan transportasi agar tingkat kemacetan di Tangsel bisa menurun. Menurutnya, di Tangsel harus ada penambahan ruas jalan. Hal ini membutuhkan “energi” APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) yang besar, terutama untuk pembebasan lahan.

“Selain itu, perlu ada pemisahan ruas primer dan ruas sekunder. Artinya, orang yang ke Jakarta jangan bebani ruas dalam kota. Caranya bisa dengan perbaikan fasilitas stasiun kereta yang nyaman, juga busway bisa kombinasi di tol,” jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Alumni Technische Universiteit Delft (Universitas Teknik Delft) Belanda itu menjelaskan nantinya terminal didekatkan dengan pintu tol, tujuannya memudahkan bus-bus antarkota bisa langsung masuk tol. Selain itu, lanjutnya, untuk mengurai kemacetan di persimpangan padat perlu dibuatkan underpass ataufly over (jalan layang).

“Saya sudah menyiapkan konsep gagasan grafisnya supaya mudah menjelaskan ke pihak-pihak yang membutuhkan,” ujar Calon Walikota Tangsel dari PKS tersebut.

Menurut Bang Rama, untuk mengatasi tingkat kemacetan tidak hanya diserahkan ke pemerintah, tetapi masyarakat juga harus terlibat mengatasi kemacetan yang kian parah. Misalnya, ada program ‘Berangkat Bareng’ dan One Day No Car.

“Program ‘Berangkat Bareng’ bertujuan agar mobil-mobil terisi penuh. Untuk informasi ke warga bisa melalui website komunitas ‘Berangkat Bareng’. Waktu di Belanda saya ikut komunitas seperti itu. Ada juga program One Day No Car, pakai sepeda ke tempat kerja, terutama pada hari Senin. Nantinya, ada pengaturan zonasi yang baik. Misalnya, zonasi pusat belanja dipisahkan, pasar, sekolah, dan perkantoran, agar arus kendaraan tidak ngumpul di satu titik,” gagasnya.

Sementara itu, salah satu warga Tangsel mengeluhkan kemacetan kota yang mendatangkan berbagai kerugian, baik secara umum maupun sektor usaha. Seperti yang dialami Lintang (47 thn), warga Ciputat Timur yang mengeluhkan kondisi jalan sering macet, terutama saat jam kerja. “Lewat dari Bunderan Unpam (Universitas Pamulang) ke Rumah Sakit Sarih Asih aja butuh waktu satu jam.

Apalagi kalau weekend parah banget,” ujarnya.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *