Sering Lembur? Mungkin Ini Penyebabnya

By on Apr 22, 2015
menghabiskan waktu di kantor

Rata-rata perusahaan menetapkan waktu kerja untuk karyawannya selama 9 jam. Itu sudah termasuk satu jam istirahat makan siang. Kadang waktu itu tidak cukup sehingga dilanjutkan dengan kerja lembur menunda waktu pulang beberapa jam. Atau, yang lebih dihindarkan lagi oleh karyawan, harus masuk saat libur.

Kalau lembur menjadi hal biasa di sebuah perusahaan, maka kemungkinan ada masalah dengan manajemennya. Mungkin manajemen perlu menambah personel agar beban kerja terbagi, atau ada masalah dengan pembagian load kerja sehingga tak rata tiap orang.

Tapi tak selamanya lembur itu disebabkan oleh pihak manajemen. Tak jarang karena karyawan yang kurang cermat memanfaatkan waktu. Atau bisa juga karena karyawan kurang mampu bekerja cerdas.

Nah, untuk urusan manajemen waktu karyawan, kita bisa memeriksa apakah empat hal ini telah membuat waktu kita terbuang percuma di kantor?

1. Ngobrol dengan rekan kerja.

Budaya gosip di masyarakat kita terbawa juga sampai di kantor. Perhatian dengan teman se kantor itu perlu. Bekerja di dalam kantor yang karyawannya saling cuek tentu tidak mengenakkan. Tetapi bagaimana bila keakraban di kantor terlalu berlebihan sehingga membuat waktu kerja terbuang sia-sia?

Tak terasa, ngobrol dengan teman di sebelah bisa semakin mendekatkan kita pada deadline tanpa terasa. Atau ngobrol via telepon dengan rekan kerja yang lain, meski awalnya memang membicarakan soal pekerjaan, tapi bumbu-bumbu canda malah lebih dominan. Atau bila di kantor ada aplikasi chatting antar karyawan, itu juga menjadi sarana memubazirkan waktu.

Saat mengambil air minum di pantry lalu bertemu teman, bisa menjadi awal ngobrol yang membuat lupa waktu. Bahkan di sebuah kantor ada sekelompok karyawan laki-laki yang punya 3 sesi untuk merokok dan ngobrol di luar, yaitu sesi pagi setelah absen masuk (biasanya sambil sarapan), sesi siang setelah makan siang (hingga telat masuk kembali ke kantor), dan sesi sore.

Introspeksi saja, apakah hal-hal itu ada yang membuat kita jadi suka lembur?

2. Aktif di sosial media, Browsing, chatting, dan memanfaatkan internet untuk hal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

Beberapa admin IT perusahaan memblokir media sosial seperti facebook dan twitter dengan tujuan agar waktu karyawan tidak habis untuk aktif di sosial media saja. Karena untuk membaca status teman koneksi di sosial media tentu menghabiskan waktu. Apalagi bila ada hal yang menarik yang kita terlibat diskusi tentang hal itu.

Kadang, karyawan juga menghabiskan waktu untuk menelusuri minatnya di internet. Ada karyawan yang gemar sepakbola, ia menghabiskan waktu membaca berita-berita perkembangan sepakbola. Atau ada juga yang aktif di forum diskusi di internet, menghabiskan waktu untuk perdebatan yang tidak berguna.

Ya syukur syukur kalau digunakan untuk mendalami ilmu agama.

3. Meeting yang tak urgen.

Sebenarnya banyak hal bisa diselesaikan dengan alat komunikasi yang tersedia di kantor, seperti email, telephone, atau aplikasi chatting. Tetapi ada saja karyawan yang tidak puas kalau tidak bertemu langsung. Kalau hanya empat mata, mungkin hanya dua karyawan itu saja yang waktunya tersita untuk meeting. Tapi kalau melibatkan banyak orang, tentu lebih banyak lagi waktu yang tersita. Lebih parah lagi bila ada orang yang tidak terlalu terlibat namun tetap diundang meeting.

Ada juga tipe orang yang dominan bicara dan membuat peserta meeting lain bete. Ada tipe orang yang bila bicara berbelit-belit, tak langsung ke masalah. Atau sering juga meeting terlambat dimulai karena menunggu pesertanya lengkap semua.

Baiknya, sarana komunikasi yang sudah diinvestasikan oleh perusahaan bisa dimanfaatkan dengan optimal.

4. Waktu habis dengan gadget.

Gadget memang pemikat utama. Aplikasi chatting seperti whatsapp, bbm, line, dll senantiasa memanggil untuk diperhatikan. Atau kalau admin IT kantor memblokir facebook dan twitter, masih ada gadget untuk mengintip apa yang sedang ramai di sosial media. Dan parah lagi kalau ada game yang membuat kita kecanduan.

Kalau memang begitu keadaannya, bukan salah manajemen kalau kita keseringan lembur.

Mudah-mudahan bermanfaat untuk introspeksi.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *