Solusi Bagi yang Belum Move On Dari Ramadhan

By on Jul 22, 2015
Ramadhan Mubarak

Masih jet lag dengan Ramadhan?

Kalau maksudnya kebiasaan baik yang tumbuh selama Ramadhan masih berlanjut, itu patut disyukuri. Karena tanpa taufiqnya, kita tak mampu beribadah seperti selama di bulan Ramadhan.

Tentu saja ada yang hilang dari nuansa Ramadhan. Yaitu ibadah inti selama bulan Ramadhan: puasa. Sebagai “mantan”-nya Ramadhan, beruntunglah yang masih memiliki “rasa” kepada Ramadhan.

Namun Rasulullah saw punya solusi bagi yang belum bisa move on dari Ramadhan. Yaitu diperkenalkannya Puasa Sunnah Syawal untuk ummatnya.

Puasa Syawal ini keutamaannya menjadikan hari-hari kita selama setahun penuh laksana Ramadhan. Karena pelaku Puasa Syawal ini diganjar laksana berpuasa setahun penuh.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).

Puasa Sunnah Syawal ini dilakukan selama enam hari. Sesuai namanya, puasa ini dilakukan di bulan Syawal.

Lebih utama – menurut para fuqoha – dilakukan di awal Syawal, yaitu sehari setelah Idul Fitri. Atau tepatnya dimulai sejak tanggal 2 Syawal. Namun tetap sah bila dilakukan di akhir bulan, asalkan masih di bulan Syawal.

Lebih utama juga dilakukan berurutan. Namun tak mengapa tak berurutan. Juga boleh saja dilakukan bersamaan dengan puasa sunnah Senin – Kamis.

Dan bila memiliki hutang puasa, baiknya dahulukan mengqodho puasa.

Nah, bagi mantan Ramadhan yang belum move on, ayo manfaatkan waktu selagi masih bulan Syawal!

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *