Berbahayakah “Mobil Kaleng”? Ini Penjelasannya

By on Sep 3, 2015
Mobil Ringsek

Orang menyebutnya “mobil kaleng”. Istilah itu untuk menunjukkan bahwa mobil-mobil yang beredar di jalanan sekarang ini rentan untuk ringsek atau penyok saat berbenturan. Masyarakat pun kemudian tidak menyukai kondisi ini lantaran khawatir terhadap keselamatan atas ringkihnya konstruksi rangka mobil. Tetapi benarkah gampang penyoknya mobil itu buruk buat keselamatan?

Menurut Head, Product I & II Department Marketing Product Planning Division PT Astra Daihatsu Motor, Priyo Wisaksono, justru hal itu disengaja demi keselamatan pengendara.

“Sebenarnya kalau dibilang mobil kaleng itu karena mungkin mereka (masyarakat awam) masih membandingkan dengan teknologi mobil sebelumnya, Teknologi mobil sebelumnya kan masih pakai dempul, atau karoseri sehingga tebal,” terang Priyo seperti dikutip detik.com.

Mobil masa kini diharuskan memiliki teknologi pedestrian protection atau perlindungan pejalan kaki. Tujuannya agar bodi mobil bisa menyerap benturan.

“Jadi memang harus penyok supaya orang yang tertabrak cederanya lebih ringan. Sebenarnya itu tujuannya untuk keselamatan,” lanjutnya.

Jadi ada satu bagian yang bernama crumple zone atau zona yang harus ringsek. Namun di belakang zona itu ada reinforcement yang menahan agar jangan sampai getarannya masuk ke kabin.

“Bukan dari kita saja. Itu jadi tren dunia yang harus memenuhi standar regulasi keselamatan,” ujarnya.

Dia menyebut, kalau bodi mobil terlalu keras dan tidak mudah penyok, korban tabrakan setidaknya bisa meminimalisir luka fatal. Sebab, tenaga getaran akibat tabrakan sudah diserap oleh bodi mobil.

“Kalau misalnya sebagian tenaga bisa diabsorb sama bodi mobil itu, otomatis gaya yang diterima orang yang ditabrak tidak sebesar yang dia tahan,” ujarnya.

Sumber: detik.com

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *