Izin Sholat dan Attitude Karyawan yang Mencoreng Citra Islam

By on Sep 1, 2015
Aktivitas di Musholla Kantor. Foto diambil dari mushollaku.wordpress.com

Pemandangan di mushola sebuah kantor di wilayah Kebon Jeruk senantiasa ramai pada jam kerja sehabis istirahat siang hingga jam pulang. Tak hanya karyawan yang menunaikan sholat yang terlihat di musholla itu, juga karyawan lain yang duduk-duduk di terasnya sambil merokok.

Musholla kantor itu memang berada di lingkungan boleh merokok di kawasan parkiran. Terkadang pegawai yang hendak atau telah menunaikan sholat zhuhur atau ashar, kongkow-kongkow dulu di sekitar musholla bersama teman-temannya sembari mengobrol dan merokok.

Suatu hari, seorang petinggi perusahaan itu yang kebetulan non muslim, melintas di depan musholla. Ia baru datang dari meeting di luar dan memarkir mobilnya di dekat musholla. Pemandangan para karyawan yang duduk-duduk merokok di teras musholla pada jam kerja itu pun tampak olehnya.

Hal itu kemudian menjadi bahan laporan yang ia bawa ke rapat direksi di suatu kesempatan. Attitude karyawan dipermasalahkan, dan kebetulan yang tercoreng adalah seluruh karyawan muslim.

Peristiwa itu sangat disayangkan. Problemnya bukan pada ibadah sholat, tetapi beberapa karyawan yang memanfaatkan keluwesan aturan perusahaan dengan berlebihan. Pihak perusahaan telah bijaksana memberi izin karyawannya untuk meninggalkan tempat saat ada keperluan seperti ke toilet hingga untuk sholat.

Ibadah sholat zhuhur sesungguhnya bisa dimanfaatkan oleh pegawai di waktu istirahat makan siang selama satu jam, sejak jam 12.00 hingga 13.00. Tiap kantor rata-rata berlaku istirahat pada jam itu. Tetapi kadang ada saja karyawan yang rutin menunaikan sholat zhuhur di luar istirahat siang.

Sedangkan untuk menunaikan Sholat Ashar, memang memerlukan kebijaksanaan pimpinan perusahaan untuk mengizinkan karyawannya tak di tempat untuk selama sekitar 15 menit.

Izin ini yang jangan sampai dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak wajar. Tentu pengelola perusahaan, terutama bila mereka adalah non muslim, akan kecewa melihat kelonggaran yang diberikan tidak diambil dengan rasa disiplin oleh karyawannya. Yang lebih parah, bila citra Islam pun menjadi buruk karena masalah tersebut.

Sebuah perkataan populer di tengah umat Islam berbunyi: “Al-Islamu mahjubun lil muslimin”. Artinya, keindahan dan kebaikan ajaran Islam tertutup oleh perilaku muslim yang tidak mencerminkan ajarannya. Jangan sampai kita menjadi bagian yang memperburuk citra Islam karena hal seperti ini.

Semoga menjadi instrospeksi buat kita semua.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *