Rekening Bersama, Antara Jasa dan Bencana

By on Sep 16, 2015
Mesin ATM

Jual beli online memang rawan akan terjadinya penggelapan. Uang sudah dibayar, namun barang tak kunjung sampai. Untuk mengatasi itu, dicetuskanlah sebuah terobosan yang diberi istilah “Rekening Bersama”, atau sering disingkat rekber.

Dengan adanya rekber, pembeli yang tidak puas akan mendapatkan uangnya kembali bila barang tidak sampai atau tidak sesuai dengan yang diharapkan. Konsumen terlindungi. Metode ini pun semakin terkenal sehingga banyak pembeli online yang tak mau membeli barang kecuali si penjual menggunakan rekber yang terpercaya.

Namun, tetap saja metode ini menyimpan celah penipuan. Seperti kasus yang baru-baru ini hangat di forum diskusi online, kaskus. Kali ini bukan pembeli yang dirugikan, namun penjual.

Cara kerja rekber tidak terlalu rumit. Terdapat sebuah rekening yang dikelola perorangan atau perusahaan, yang memerantarai transaksi online. Rekening ini dimiliki oleh pihak ketiga, di mana pihak pertama adalah penjual dan pihak kedua adalah pembeli.

Pembeli tidak langsung mentransfer uang ke penjual saat ada barang yang ingin dibelinya. Tapi ke ke rekening bersama itu. Ibarat kata, uang disimpan dulu di tengah pembeli-penjual.

Ketika barang sampai dan pembeli puas, maka pihak ketiga akan mencairkan uang tersebut ke penjual. Tentu ada potongan jasa rekber. Bila pembeli tidak puas, barang bisa dikembalikan dan pihak ketiga akan mengembalikan uang yang sudah ditransfer ke pembeli. Jadi, pembeli merasa terlindungi.

Yang terjadi di forum online kaskus adalah adanya rekber yang tidak resmi, namun sudah begitu dipercaya oleh member kaskus, baik penjual maupun pembeli. Jasa rekening bersama itu bernama blackpanda. Memang, selama ini kaskus sendiri tidak memiliki rekber yang resmi. Laman ini hanya memfasilitasi jual-beli online oleh member dan untuk member.

Pengakuan kaskuser (sebutan untuk member kaskus), awalnya transaksi berjalan lancar. Penjualan yang mencapai puluhan juta rupiah pun dicairkan tanpa kendala oleh pengelola rekber kepada penjual. Dengan sedemikian banyak testimoni terpercayanya rekber blackpanda, maka penjual yang menggunakan jasa ini pun semakin banyak.

Tetapi kepercayaan itu hanya berlangsung beberapa waktu. Hingga akhirnya mulai banyak penjual yang mengeluh dananya tak kunjung dicairkan oleh pengelola rekber blackpanda. Tercatat dana yang digelapkan mencapai Rp 515 juta milik 173 pengguna Kaskus. Blackpanda sendiri hingga kini tidak terdengar kabar beritanya.

Para penjual yang merasa dirugikan kemudian membuat laporan. Dan sejak 3 September 2015, akun Blackpanda diblokir.

“Sementara (akun Blackpanda) kita tutup sampai mereka menyelesaikan kasus ini,” terang Public Relation & Partnership Manager Kaskus, Quary Mitratama seperti dikutip cnnindonesia.

Akun Blackpanda terdaftar sebagai pengguna Kaskus pada 2009 dan aktif menyediakan layanan rekening bersama atau rekber pada 2013. Pengelola akun ini diketahui berinisial RW dan berasal di Surabaya.

Kasus blackpanda ini akhirnya mendorong pihak kaskus untuk membentuk rekber resmi.

“Nanti kami akan mengadakan polling untuk menanyakan apakah rekber resmi memang diperlukan,” ungkap Ronny Sugiadha, CMO Kaskus, seperti dikutip metrotvnews. “Sebenarnya, konsep dari rekber itu sendiri datang dari komunitas kami,” paparnya lagi.

Kaskus pun mau tak mau tidak lagi sekedar berposisi sebagai fasilitator jual beli online, di mana setiap masalah transaksi yang terjadi kaskus bisa lepas tangan. Kaskus harus punya andil membuat pembeli yang memanfaatkan layanan di lamannya merasa nyaman. Kalau tidak, bila semakin banyak kasus terjadi pada transaksi lewat kaskus, maka laman ini akan semakin ditinggali.

Untuk penjual, memilih rekber harus cermat. Beberapa tips memilih rekber antara lain:

1. Pastikan pengelola rekber memiliki rekam jejak yang bagus dan terpercaya.

2. Periksa apakah pengelolanya memiliki badan hukum yang resmi.

3. Pastikan juga pengelola rekber itu memiliki contact center yang senantiasa siap sedia untuk dihubungi. Baik berupa saluran telepon, email, dll.

4. Wajar jika pengelola rekber mengutip fee atas jasanya. Jadi jangan terpengaruh oleh iming-iming gratis atau pun fee yang rendah. Harus pastikan dulu eksistensi dan kredibilitas pengelola rekber.

5. Pilih rekening yang bukan atas nama personal, namun rekening resmi atas nama perusahaan.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *