Reminder! Ini Hari Terakhir Bagi Pekurban Untuk Mencukur/Memotong Kuku Sebelum Idul Adha

By on Sep 14, 2015
Potong Kuku

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) telah menggelar sidang Istbat penetapan 1 Dzulhijjah 1436 Hijriyah, pada Ahad (13 September 2015) tadi malam.

Hasil sidang itsbat itu, ditetapkan tanggal 1 Dzulhijjah 1436 H jatuh pada hari Selasa, 15 September 2015. Lebih tepatnya lagi, hari ini (Senin 14 September 2015) saat waktu maghrib tiba maka sudah masuk ke bulan Dzulhijjah.

Bagi yang berniat untuk berkurban, ada larangan untuk memotong kuku dan atau memotong rambut sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw.

Diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.

إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعْرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًَا

“Apabila sepuluh hari pertama (Dzulhijjah) telah masuk dan seseorang di antara kamu hendak berkurban, maka janganlah menyentuh rambut dan kulitnya sedikitpun” (HR Muslim)

Hadits lainnya,

مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أُهِلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

“Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban.” (HR Abu Daud)

Ulama menjelaskan larangan ini ditujukan hanya bagi orang yang berniat kurban, bukan bagi anggota keluarganya yang disertakan dalam pahala qurban. (Karena seorang yang berkurban bisa meniatkan anggota keluarganya agar mendapat pahala dari kurbannya itu).

Al-Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab menjelaskan, yang dimaksud dengan larangan mengambil kuku dan rambut yaitu larangan memotong kuku atau membelah atau dengan cara lainnya.

Larangan menghilangkan rambut adalah menghilangkan rambut dengan cara cukur, memotong, mencabut, membakar, mengambil dengan kapur atau dengan cara yang lainnya. Apakah itu rambut ketiak, jenggot, rambut kemaluan, rambut kepala dan rambut-rambut lain yang terdapat di badan.

Memang ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hal ini. Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menyebutkan dalam Al-Majmu’ bahwa setidaknya adalah lima pendapat yang berbeda, yaitu makruh (karahah tanzih), haram (karahah tahrim), makruh cukur rambut tapi tidak makruh potong kuku, bukan makruh tapi khilaful aula, dan tidak makruh kecuali bila telah masuk sepuluh hari dan berniat untuk menyembelih.

Yang jelas, buat Anda yang meyakini larangan ini haram atau makruh, masih ada waktu beberapa jam sebelum maghrib hari ini untuk mencukur rambut/memotong kuku.

Dari berbagai sumber

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *