Perbanyak Menebar Istighfar

By on Dec 17, 2015
berdzikir

Bagaimana kalau urutan prioritas dalam operasi aritmatika tidak berlaku ( seperti lambang x didahulukan dari lambang + ), tetapi operasi perhitungan dilakukan dari kiri ke kanan sebagaimana pengoperasian kalkulator.

Misalnya, 5 + 3 x 2 = 16. Bukan 11.

Lalu berapa hasil dari perhitungan berikut?

3 + 7 + 3 x 0 + 7 + 5 x 0 + 8 + 11 x 0 + 3 + 4 x 0 = … ?

Ya, jawabannya 0. Beberapa angka dijumlahkan, lalu dikali 0 hingga hasilnya 0. Berikutnya bilangan bulat positif dijumlahkan kembali, tapi lagi-lagi dikali angka 0. Begitu hingga akhir perhitungan.

Ini seumpama kehidupan kita di dunia. Bilangan bulat positif itu adalah dosa yang diakumulasikan di tiap langkah. Lalu bertemu bilangan pengali angka 0 yang “mereset” ulang rekapitulasi dosa kita. Angka 0 itu diibaratkan seperti istighfar.

Aisyah r.ha berkata, ”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).

Coba visualisasikan kondisi kita di akhirat kelak saat membuka lembaran demi lembaran catatan amal kehidupan dunia. Panik dan tegang ketika perbuatan-perbuatan dosa ditayang ulang. Hingga bertemu sebuah kalimat istighfar yang menghampakan perbuatan dosa yang telah diperbuat. Alangkah bahagianya bila istighfar itu bertebaran di lembaran amal, karena perbuatan-perbuatan salah kita menjadi mentah kembali.

Karena itu mari menebar istighfar di time line kehidupan kita.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *