Membuka Pintu Rezeki dengan Taqwa

By on Jan 8, 2016
Pintu rezeki

Bila rezeki diibaratkan loker-loker, atau laci-laci, atau pintu-pintu yang tertutup, maka kita perlu kunci untuk membuka pintu itu. Memang ada sebagian yang terbuka sesuai takdir, tetapi bila ingin mendapat tambahan rezeki, kita perlu membuka lebih banyak lagi.

Kunci untuk membuka pintu-pintu itu adalah taqwa.

Allah swt dalam beberapa tempat dalam Al-Qur’an menjanjikan tambahan keluasan rezeki bagi orang-orang yang bertaqwa.

Pertama,

Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (QS Ath-Thalaq: 2-3).

Ibnu Abbas r.a. memberi penjelasan bahwa jalan keluar itu mencakup kesusahan dunia maupun di akhirat.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini: Maknanya, barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkanNya dan meninggalkan apa yang dilarangNya, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar serta rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya.

Ayat ini dipuji oleh sahabat ahli Qur’an: Abdullah bin Mas’ud r.a. Ia berkata: Sesungguhnya ayat terbesar dalam hal pemberian janji jalan keluar adalah: “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya.

Kedua

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada me-reka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendus-takan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka di-sebabkan perbuatan mereka sendiriâ€. (QS Al-A’raf: 96).

Menafsirkan kalimat “Pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berbagai berkah dari langit dan bumi,” Abdullah bin Abbas r.a. menjelaskan: Niscaya Kami lapangkan kebaikan (kekayaan) untuk mereka dan Kami mudahkan bagi mereka untuk mendapatkannya dari segala arah.

Sayid Muhammad Rasyid Ridha menjelaskan, “Adapun orang-orang beriman maka apa yang dibukakan untuk mereka adalah berupa berkah dan kenikmatan. Dan untuk hal itu, mereka senantiasa bersyukur kepada Allah, ridha terhadapNya dan mengharapkan karuniaNya. Lalu mereka menggunakannya di jalan kebaikan, bukan jalan keburukan, untuk perbaikan bukan untuk merusak. Sehingga balasan bagi mereka dari Allah adalah ditambahnya berbagai kenikmatan di dunia dan pahala yang baik di akhirat.”

Mengenai makna keberkahan, Syaikh Ibnu Asyur menjelaskan, “Makna Al-Barkah adalah kebaikan yang murni yang tidak ada konsekuensinya di akhirat. Dan ini adalah sebaik-baik jenis nikmat.”

Ketiga

Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Diantara mereka ada golongan pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. (QS Al-Ma’idah: 66).

Tentang Ahli Kitab yang seandainya mereka mengaplikasikan ajaran di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an, Ibnu Abbas r.a. menjelaskan, “niscaya Allah memperbanyak rizki yang diturunkan kepada mereka dari langit dan yang tumbuh untuk mereka dari bumi.”

Syaikh Yahya bin Umar Al-Andalusi berkata: “Allah menghendaki  – wallahu’alam – bahwa seandainya mereka mengamalkan apa yang diturunkan di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an, niscaya mereka memakan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Maknanya – wallahua’lam – niscaya mereka diberi kelapangan dan kesempurnaan nikmat dunia.”

Seorang yang bertaqwa memiliki kedudukan istimewa di hadapan Allah swt. Dengan keistimewaan itu, wajar saja Allah swt memberinya banyak kemudahan dan rezeki.

Ayo kejar kedudukan itu!

 

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *