Empat Langkah Membentuk Lingkungan Islami di Kantor

By on Apr 11, 2016
suasana kantor

Bagaimana keadaan kantor Anda? Bila dihuni oleh orang-orang sholeh, tentu hal tersebut patut disyukuri. Meski tetap harus profesional, setidaknya kesholehan dekat dengan sikap amanah, adil, dan berakhlak baik. Sungguh beruntung bekerja di lingkungan orang-orang seperti itu.

Bagaimana bila belum ideal? Jangan buru-buru menuntut pihak manajerial. Karena pihak perusahaan biasanya merekrut orang tanpa menjadikan ketaqwaan sebagai parameter penerimaan. Justru keadaan belum ideal itu adalah tantangan buat kita untuk mewujudkan lingkungan yang islami di kantor.

Memang tak ada ukuran yang pasti tentang lingkungan kantor yang islami. Tidak harus ruangan kantor senantiasa terdengan lantunan murotal, tidak harus ada hijab yang memisahkan karyawan pria-wanita. Setidaknya kita berusaha untuk membuat rekan-rekan kerja punya kesadaran berislam yang lebih baik.

Mungkin langkah berikut bisa diupayakan:

1. Terapkan 3M Ala Aa Gym

Kita bisa terapkan tips 3M yang diperkenalkan oleh Aa Gym untuk mengubah lingkungan: mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang, dan mulai dari hal kecil.

Mulailah dari diri sendiri untuk menjadi pribadi islami. Lantas biarkan orang lain mengambil keteladanan, karena pada fitrahnya manusia menyukai kebaikan. Kita bisa menjadi teladan bila tak punya masalah dengan perusahaan dalam hal pekerjaan hingga absen. Bila sudah begitu, tunjukkan aktivitas-aktivitas yang mencirikan seorang muslim yang baik.

Tak apa terlihat ada di musholla kantor di pagi hari untuk melaksanakan Sholat Dhuha. Dengan cara itu kita membuat karyawan lain tertarik untuk ikut membiasakan diri Sholat Dhuha. Juga jangan sampai alpa untuk rajin ke mushola saat waktu sholat wajib sudah masuk. Bila masjid di luar gedung kantor cukup terjangkau, melangkahlah ke luar. Ajak juga teman untuk kebiasaan bagus ini.

Mulailah dari hal yang kecil seperti tidak sering terlambat masuk kerja. Tunjukkan akhlak seorang muslim seperti senyum dan menyapa saat berpapasan dengan rekan kerja – lebih bagus ucapkan salam, meja kantor yang rapi, tugas yang diselesaikan tepat waktu, memaafkan bawahan yang berbuat kesalahan, tak bercanda dengan menyakiti perasaan, dll.

Dan mulailah dari sekarang. Selagi ada keinginan untuk membentuk lingkungan yang islami, maka mulailah saat ini juga untuk menjadi model dari seorang yang pantas mengisi lingkungan islami. Biarkan orang lain meneladani kita, semoga Allah menghitungnya sebagai sunnah hasanah.

2. Temukan Teman

Sebenarnya kecenderungan penduduk di perkotaan punya kesadaran Islam yang semakin baik. Insya Allah, di kantor tidak hanya Anda sendiri yang punya semangat berislam. Coba temukan orang lain yang punya kesadaran yang sama. Dengannya Anda bisa bekerjasama menyebarkan pengaruh yang baik kepada teman-teman sekantor.

Atau Anda bisa menggugah kesadaran teman-teman dekat yang sering makan siang bersama Anda untuk lebih menerapkan dan mendalami Islam. Tentu dengan cara yang tidak norak, tetapi dengan halus tanpa terasa menggurui. Seseorang punya pengaruh kepada teman-temannya.

Usaha Anda yang secara personal mengajak teman untuk berislam lebih baik, disebut “Dakwah Fardhiyah.” Syaikh Musthafa Masyhur memberi tips, langkah pertama dalam dakwah fardhiyah adalah dengan cara membina hubungan baik kepada objek dakwah. Setelah itu baru perlahan-lahan bangkitkan keimanannya yang terpendam, mengajaknya untuk lebih taat, dan lebih memahami Islam secara komprehensif.

3. Adakan Grup Chatting Khusus Untuk Berdiskusi dan Saling Menasehati Antar Karyawan Muslim

Kalau sudah ditemukan teman-teman yang sama-sama punya keinginan untuk memperbaiki kualitas keislaman, maka coba satukan mereka dalam grup chatting khusus. Bisa manfaatkan whatsapp, bbm, telegram, atau yang lain. Grup itu bertujuan untuk saling berbagi artikel keislaman dan berdiskusi. Tapi hati-hati, jangan sampai mendiskusikan bahasan yang di luar pemahaman anggota grup. Kalau ada persoalan agak rumit yang perlu jawaban, tanyakan saja kepada seorang ustadz. Atau boleh juga sesekali undang seorang ustadz ke dalam grup untuk jangka waktu satu atau dua jam untuk menjadi narasumber diskusi.

4. Adakah Pengajian Kantor

Bila memungkinkan, coba perjuangkan adanya pengajian kantor kepada pihak manajemen. Berkonsultasilah kepada teman yang di kantornya ada pengajian rutin, bagaimana cara menghidupkan pengajian kantor.

Kalau susah mendapat persetujuan dari pihak manajemen, maka dorong teman-teman Anda untuk mengikuti kajian keislaman yang diselenggarakan pengurus masjid di dekat rumahnya. Yang penting, pemahaman keislaman Anda dan rekan-rekan terus bertambah. Karena sudah menjadi kewajiban seorang muslim untuk menuntut ilmu dari buaian hingga liang lahat.

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *