Sepenggalan Pengalaman I’tikaf di Masjid Turki

By on Jul 11, 2016
Interior masjid di Turki

Tidak mudah mendapat masjid sebagai tempat itikaf

Umumnya masjid di Turki tidak menyelenggarakan itikaf secara khusus. Selain itu prioritas dakwah di Turki, masih sebatas bagaimana mengajak orang untuk shalat wajib dan shalat tarawih berjamaah. Di negeri sekuler seperti Turki, sebelum tahun 2012, undang-undang negara melarang pendidikan agama di sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta. Maklum ideologi negara yang berkedok sekulerisme, dalam praktiknya lebih cenderung ke komunisme. Akibatnya rakyat takut menunjukkan identitas agama, jika tidak dituduh melawan paham negara. Ideologi sekulerisme ini dikenalkan oleh Ataturk (Bapak Turki), pasca keberhasilan meruntuhkan kekhalifahan Ustmani.

Setelah UU pendidikan baru yang dicanangkan oleh pemerintahan Erdogan (AK Parti) tahun 2012, memberikan tempat bagi kewajiban pengajaran agama di sekolah-sekolah, terutama bagi sekolah program wajib belajar 12 tahun (SD sampai SMA). Pada awal undang-undang diterapkan, pelajaran agama masuk sebagai salah satu pelajaran ekstrakurikuler. Kemudian hari ini sudah menjadi mata pelajaran wajib sebanyak dua jam pelajaran seminggu.

Beberapa hal tips mencari masjid tempat itikaf

Ada tiga tips mencari masjid tempat itikaf di Turki diantaranya: Pertama, sebagai modal awal yaitu kesan muslim Indonesia muslim yang baik bagi mereka yang pernah menunaikan ibadah haji atau umrah di tanah suci, termasuk bagi orang Turki. Sering kali muslim Turki menyebut kebaikan-kebaikan orang Indonesia sewaktu ibadah haji dan umroh di tanah suci. “Bangsa muslim di dunia tersebar di Bangladesh, Pakistan, Mesir, Iran, Irak dan negeri muslim lainnya. Akan tetapi muslim Indonesia adalah yang En Guzel (paling baik),” ungkap mereka.

Kedua, menunjukkan keshalihan pribadi. Imam masjid Numan Yazici Ali Bicer Hoca sangat dekat WNI, karena salah seorang peserta itikaf Ustadz Asep Nurhalim, MA., bisa menjadi imam sholat wajib di masjid tersebut. Terlebih, setiap sholat wajib, biasa membantu Asep biasa melakukan Mukabele (tasmi’ al-quran bila di Indonesia) beberapa ayat. Yang terpenting, rasa cinta mereka kepada muslim Indonesia yang sedemikian besar, karena kebaikan hatinya. Barangkali hal-hal tersebut lah yang membuat orang Turki sangat segan dan hormat kepada muslim Indonesia, paling tidak di Sakarya.

Ketiga, menunjukkan keshalihan sosial. Mendengar keluh kesah orang lain dan mendoa kebaikan buat saudaranya yang lain adalah salah satu bentuk keshalihan sosial. Orang Turki kadang-kadang ingin ngobrol berdua dan curhat, serta meminta didoakan. “Aku tidak tahu kalimat seperti apa yang bisa menggambarkan rasa cinta yang ada di dalam dadaku. Namun aku ingin mengatakan bahwa aku sangat suka kepada kamu,” ungkap salah seorang jamaah tulus sambil menesteskan airmata. Nah modal trust seperti inilah yang menjadi modal awal panitia bisa menyelenggarakan itikaf di masjid Numan Yazici, Sakarya.

Ali hoca sendiri menyatakan, sudah sejak 10 tahun lalu mengajak masyarakat sekitar untuk mengadakan itikaf namun tidak ada yang merespon. “Hingga justru WNI yang menyatakan siap dan sukses menyelenggarakan acara itikaf di Masjid Numan Yazici ini,” papar Ali hoca bangga.

I'tikaf di Turki

Itikaf pendorong mengkhatamkan quran lebih banyak

Selain itu, program itikaf yang digelar juga terbukti sebagai stimulus peserta dapat mengkhatamkan al quran lebih banyak. “Peserta khatam terbanyak selama Ramadhan diraih oleh Ari Julianto, yang juga Ketua LKSMIT, dengan 8 kali khatam 24 juz,” ungkap ketua panitia I’tikaf Sakarya Eddy Miranto di sela-sela halal bi halal.

Halal bi halal di bukit Korucuk

Ketua LKSMIT Ari Julianto unjuk kebolehan dalam acara halal bi halal sekaligus ramah tamah pelajar dan masyarakat indonesia-turki. Kandidat Doktor ekonomi di Yildiz Technical University tersebut membawakan lagu legendaris raja dangdut rhoma irama, Begadang. Sontak para hadirin kaget dan terpingkal-pingkal saat lagu begadang didendangkan. Mereka tak mengira, ayah satu anak tersebut begitu piawai menyanyi lagu dangdut legendaris Bang Rhoma.

Menurut Ari, lagu begadang berpesan agar kita tidak begadang setiap malam bila tidak ada keperluannya.

“Bila terlalu banyak begadang

Muka pucat karena darah berkurang

Bila terlalu banyak begadang

Segala penyakit akan mudah datang.”

Namun, begadang dalam arti i’tikaf di Asyrul-Awakhir (sepuluh hari terakhir) ramadhan, lanjut Ari, justru dianjurkan.

“Selain mengikuti sunnah Nabi, dengan begadang di asyrul-awakhir ramadhan, dapat berjumpa malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan,” ungkap ayah satu anak tersebut. Dimana beribadah pada malam tersebut, lebih baik daripada ibadah yang sama selama 1.000 bulan atau 84 tahun.

Lagu Begadang dilantunkan Ari pada acara halal bi halal masyarakat indonesia-Turki yang digelar LKSMIT pada Selasa (5/6/2016) di Korucuk Park, Korucuk Mahallesi, Adapazari Belediyesi, Propinsi Sakarya, Turki. Kota Sakarya berada di sebelah timur kota Istanbul. Biasa ditempuh dalam 2,5 jam perjalanan bus dari Istanbul.

Acara halal bi halal yang diikuti puluhan orang ini merupakan bagian akhir dari rangkaian program Ansyithah Ramadhan LKSMIT 2016, setelah paginya menunaikan shalat Ied Fitri berjamaah bersama masyarakat sekitar dengan Imam sholat Ied Ali Bicer Hoca. Di tengah semilir sepoi-sepoi angin dan rintik kecil gerimis, acara berlangsung meriah dan penuh nuansa kekeluargaan.

Terbukti, kehangatan dan kedamaian khususnya pada Hari Raya Idul Fitri 1437 H bisa dijumpai di bumi Turki. Turki tetap negeri yang indah, nyaman dan aman. Bukan negeri hantu teror seperti yang selama ini dituduhkan pihak-pihak yang tidak menyukainya.

Tim Media LKSMIT

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *