Lima Ajaran Islam Dalam Memperlakukan Hewan Peliharaan

By on Sep 19, 2016
kucing-dan-anak

Punya binatang peliharaan memang mengasyikkan. Ada yang bisa kita ajak main di kala senggang. Mengurusnya pun menjadi keasyikan sendiri.

Rasulullah saw memiliki kuda yang unggul dalam adu pacu. Seorang sahabat Rasulullah saw bernama Abu Hurairah, punya banyak kucing yang akrab dengannya. Nama Abu Hurairah sendiri memiliki arti bapak kucing, sebagai julukan atas aktivitasnya yang akrab dengan hewan bernama latin Felis silvestris catus itu. Sedangkan nama asli Abu Hurairah, menurut mayoritas ulama sejarah, adalah ‘Abdurrahman bin Shakhr ad Dausi.

Ajaran Islam adalah ajaran yang lengkap mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Dalam berinteraksi dengan hewan, Islam punya aturan, antara lain sebagai berikut:

1. Jangan Jadikan Sasaran Tembak

Sayangi hewan peliharaan, jangan bermain dengan mereka dengan cara menjadikan mereka sebagai sasaran lemparan benda yang menyakitkan. Perbuatan itu tak mencerminkan akhlak seorang muslim.

Said bin Jubeir Radhiallahu ‘Anhu menceritakan:

كُنْتُ عِنْدَ ابْنِ عُمَرَ فَمَرُّوا بِفِتْيَةٍ أَوْ بِنَفَرٍ نَصَبُوا دَجَاجَةً يَرْمُونَهَا فَلَمَّا رَأَوْا ابْنَ عُمَرَ تَفَرَّقُوا عَنْهَا وَقَالَ ابْنُ عُمَرَ مَنْ فَعَلَ هَذَا إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ مَنْ فَعَلَ هَذَا

Saya sedang bersama Ibnu Umar, lalu lewatlah para pemuda atau sekelompok orang yang menyakiti seekor ayam betina, mereka melemparinya. Ketika hal itu dilihat Ibnu Umar mereka berhamburan. Dan Ibnu Umar berkata: “Siapa yang melakukan ini? Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melaknat orang yang melakukan ini.” (HR. Bukhari No. 5515, Muslim No. 1958, Ahmad No. 5018, Ibnu Hibban No. 5617, dan ini menurut lafaz Bukhari)

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَا تَتَّخِذُوا شَيْئًا فِيهِ الرُّوحُ غَرَضًا

Janganlah kalian menjadikan sesuatu yang memiliki ruh sebagai sasaran. (HR. Muslim, Ibnu MajahAn Nasa’i, Ahmad)

2. Jangan Dicincang Dalam Keadaan Hidup

Pernah mendapati pengelola warung tenda pecel lele di tepi jalan yang membersihkan jeroan ikan saat ikan itu masih hidup? Itu tidak dibenarkan dalam Islam. Termasuk pula saat hari raya qurban kemarin, penjagal tidak boleh menguliti hewan qurban yang belum diyakini benar kondisinya sudah mati. Hewan

لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَثَّلَ بِالْحَيَوَانِ

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melaknat orang yang mencincang/membuat cacat hewan. (HR. Bukhari No. 5515)

Yaitu mencincang dan membuat cacat hewan ketika masih hidup. Lalu, apa makna laknat dalam hadits ini? Yaitu diharamkan. Al Hafizh Al Imam Ibnu Hajar mengatakan:

واللعن من دلائل التحريم

Dan ‘laknat’ merupakan  di antara petunjuk keharamannya.” (Fathul Bari, 9/644)

Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ مَثَّلَ بِذِي رُوحٍ، ثُمَّ لَمْ يَتُبْ مَثَّلَ اللهُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barang siapa yang mencincang sesuatu yang punya ruh, lalu dia tidak bertobat, maka dengannya Allah akan mencincangnya pada hari kiamat. (HR. Ahmad No. 5661)

3. Jangan Biarkan Tak Terurus

Tahun 2011 lalu ada kejadian menggemparkan di Batam. Tujuh ekor anjing memangsa majikannya hidup-hidup hingga si majikan tewas mengenaskan. Sebelumnya, anjing-anjing itu telah memangsa 2 ekor temannya satu kandang.

Penyebabnya adalah si majikan yang meninggalkan peliharaannya selama 14 hari tanpa makanan. Tentu saja anjing-anjing itu kelaparan.

Islam tak memerintahkan agar hewan peliharaan diurus dengan baik.

Sahl bin Al Hanzhaliyah Radhiallahu ‘Anhu berkata:

مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبَعِيرٍ قَدْ لَحِقَ ظَهْرُهُ بِبَطْنِهِ فَقَالَ اتَّقُوا اللَّهَ فِي هَذِهِ الْبَهَائِمِ الْمُعْجَمَةِ فَارْكَبُوهَا صَالِحَةً وَكُلُوهَا صَالِحَةً

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melewati unta yang antara punggung dan perutnya telah bertemu (maksudnya kurus, pen), Beliau bersabda: “Takutlah kalian kepada Allah  terhadap hewan-hewan yang tidak bisa bicara ini, tunggangilah dengan baik, dan berikan makan dengan baik pula.” (HR. Abu Daud No. 2548, Ahmad No. 17662, Ibnu Khuzaimah No. 2545)

4. Jangan Memikulkan Beban Berat

Rasulullah saw melarang hewan peliharaan diberi beban yang terlalu berat.

Dari Abdullah bin Ja’far meriwayatkan (dalam redaksi hadits yang panjang), “… (Suatu saat) Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memasuki sebuah kebun milik salah satu seorang sahabat Anshar. Tiba-tiba beliau melihat seekor unta. (Ketika beliau mellihatnya, maka beliau mendatanginya dan mengelus bagian pusat sampai punuknya serta kedua tulang belakang telinganya. Kemudian unta itu tenang kembali). Beliau berkata: ‘Siapa pemilik unta ini? Milik siapa ini?’ Kemudian datanglah seorang pemuda dari golongan Anshar, lalu berkata ‘Wahai Rasul, unta ini milik saya’. Lalu beliau bersabda:

أَمَا تَتَّقِي اللهَ فِي هَذِهِ الْبَهِيمَةِ الَّتِي مَلَّكَكَهَا اللهُ، إِنَّهُ شَكَا إِلَيَّ أَنَّكَ تُجِيعُهُ وَتُدْئِبُهُ

‘Apakah engkau tidak takut kepada Allah mengenai binatang ini yang telah diberikan Allah kepadamu? Dia memberitahu kepadaku bahwa engkau telah membiarkannya lapar dan membebaninya dengan pekerjaan-pekerjaan yang berat’” (HR. Muslim No. 342, 2429. Abu Daud No. 2549, Ahmad No. 1745, Ad Darimi No. 663, 775)

5. Jangan Diberi Tanda Menggunakan Benda Panas

Kita sering melihat sapi yang punya cap tertentu. Islam melarang kalau pembuatan cap itu dari benda panas yang akan membuat hewan tersiksa.

Berkata Jabir bin Abdullah Radhlallahu ‘Anhu:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَيْهِ حِمَارٌ قَدْ وُسِمَ فِي وَجْهِهِ فَقَالَ لَعَنَ اللَّهُ الَّذِي وَسَمَهُ

“Bahwasanya lewat dihadapan  Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam seekor Keledai yang diwajahnya diberikan cap (tanda). Maka beliau bersabda: Allah melaknati orang yang membuat  cap padanya. (HR. Muslim No. 2117, Abu Daud No. 2569, Ibnu Hibban No. 5627, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 13037, Abu Ya’la No. 651, 2099)

Demikianlah Islam mengandung ajaran yang rahmatan lil ‘alamin. Rahmat bagi seluruh alam. Termasuk kepada hewan.

Memang ada pembolehan untuk membunuh hewan yang berbahaya atau mengganggu. Seperti membunuh ular, kalajengking, tikus, hama, atau nyamuk.

—-

Referensi: Tulisan Akhlak Kepada Hewan, ustadz Farid Nu’man, dalam channel telegramnya

About Redaksi Muslim Politan

Muslimpolitan adalah portal muslim perkotaan. Menghadirkan tulisan-tulisan islami, berita, serta feature dengan segmen masyarakat perkotaan. Fanspage: www.facebook.com/muslimpolitan Twitter: www.twitter.com/muslimpolitan

One Comment

  1. Manyaw Blog

    Feb 14, 2017 at 21:29

    Alhamdulillah menambah wawasan. Terimakasih sudah berbagi 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *